PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo terus menunjukkan komitmennya dalam mendongkrak literasi keuangan dan pemahaman asuransi di kalangan generasi Z.
Program yang digelar bersama Infobank Digital ini mengusung tema “Financial Survival Kit: Pentingnya Proteksi bagi Gen Z” di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU), Medan, Rabu (30/9/2026).
Direktur Utama Askrindo R Mahelan mengatakan, peningkatan literasi asuransi menjadi penting seiring kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan finansial dan mitigasi risiko.
Baca Juga: Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Askrindo Perkuat Literasi Keuangan bagi Generasi Muda
Adapun hal tersebut tercermin dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mencatatkan literasi perasuransian nasional mencapai 45,45%, sedangkan indeks inklusi perasuransian mencapai 28,50%.
Baca Juga: Bersama Bank Kalsel, Askrindo Dorong Pembangunan UMKM Daerah
“Masih ada ruang yang sangat besar untuk membangun pemahaman masyarakat mengenai perlindungan finansial, khususnya di kalangan generasi muda. Sebagai BUMN yang bergerak di bidang asuransi dan penjaminan, Askrindo terpanggil untuk mengambil peran aktif dalam menutup gap ini,” ujar Mahelan.
Menurutnya, pemahaman mengenai proteksi dan mitigasi risiko sejak dini dapat membantu generasi muda membuat keputusan finansial secara lebih matang. Literasi tersebut juga dinilai relevan dengan peran Gen Z sebagai calon pelaku ekonomi dan dunia usaha di masa mendatang.
“Ketika generasi muda memahami pentingnya proteksi dan mitigasi risiko sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi pengambil keputusan finansial yang lebih matang dan berdaya tahan,” katanya.
Mahelan menambahkan, edukasi keuangan juga menjadi bagian dari upaya Askrindo membangun hubungan jangka panjang dengan masyarakat, pelanggan, dan mitra usaha. Terlebih, perkembangan ekonomi nasional saat ini khususnya sektor UMKM membutuhkan ekosistem pembiayaan yang turut didukung pemahaman mengenai manajemen risiko.
“Ekonomi Indonesia saat ini tumbuh dengan UMKM dan usaha publik itu tumbuh bersama Askrindo. Kami ingin memastikan bahwa hubungan ini tidak berhenti pada transaksi, tetapi terus berkembang menjadi kemitraan yang saling menguatkan,” ujarnya.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang asuransi dan penjaminan, Askrindo menyatakan akan terus memperluas program edukasi literasi keuangan ke berbagai daerah. Perusahaan juga akan memperkuat pendampingan bagi UMKM mitra binaan serta menghadirkan produk perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Setiap langkah bisnis perusahaan harus selalu berpijak pada kepentingan masyarakat,” kata Mahelan.
Adapun edukasi di FEB USU ditutup dengan sesi kuis dan tanya jawab bagi mahasiswa, sekaligus menjadi bagian dari upaya Askrindo memperkenalkan pentingnya proteksi finansial.