Di era media sosial dan budaya produktivitas yang semakin kompetitif, banyak orang merasa hidupnya “terlambat” dibandingkan orang lain. Teman sebaya sudah mendapatkan pekerjaan impian, naik jabatan, membangun bisnis, atau melanjutkan studi ke luar negeri.

Sementara itu, diri sendiri masih bingung menentukan arah karier. Perasaan inilah yang dikenal sebagai career FOMO.

Apa Itu Career FOMO?

Career FOMO (Fear of Missing Out) adalah rasa takut tertinggal dalam pencapaian karier dibandingkan orang lain. Seseorang merasa cemas jika belum mencapai standar kesuksesan tertentu, terutama yang sering terlihat di media sosial maupun lingkungan sekitar.

Fenomena ini umum terjadi pada generasi muda, terutama mahasiswa dan pekerja usia produktif yang sedang berada pada fase pencarian identitas dan pengembangan karier.

Baca Juga: Tips Karier dari Barack Obama: Fokus Menyelesaikan Pekerjaan dengan Baik

Career FOMO bukan sekadar rasa iri. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental, kepercayaan diri, hingga cara seseorang mengambil keputusan dalam pekerjaan.

Penyebab Career FOMO

1. Pengaruh media sosial

Platform seperti LinkedIn, Instagram, dan TikTok membuat orang terus melihat pencapaian orang lain. Mulai dari pengumuman diterima kerja, promosi jabatan, hingga pencapaian bisnis kerap dipamerkan secara terbuka.

Tanpa disadari, seseorang mulai membandingkan proses hidupnya dengan “highlight” kehidupan orang lain.

2. Tekanan lingkungan

Ekspektasi keluarga, teman, atau lingkungan sosial dapat menciptakan standar keberhasilan tertentu. Misalnya, anggapan bahwa pada usia 25 tahun seseorang harus sudah mapan atau memiliki karier stabil.

Baca Juga: Fenomena Job Hopping: Strategi Karier Gen Z untuk Naik Gaji dan Cari Work-Life Balance

3. Budaya hustle dan produktivitas

Budaya kerja modern sering menekankan bahwa kesuksesan harus diraih secepat mungkin. Akibatnya, banyak orang merasa bersalah ketika beristirahat atau belum mencapai target tertentu.

4. Ketidakpastian masa depan

Persaingan kerja yang tinggi membuat banyak orang takut kehilangan peluang. Mereka khawatir jika tidak segera mengambil kesempatan tertentu, masa depannya akan tertinggal.

Tanda-Tanda Mengalami Career FOMO

Beberapa tanda umum career FOMO antara lain:

  • Sering membandingkan karier diri dengan orang lain
  • Merasa tertinggal meskipun sedang berkembang
  • Sulit merasa puas terhadap pencapaian sendiri
  • Cemas melihat pencapaian teman di media sosial
  • Takut mengambil jeda atau beristirahat
  • Terlalu sering berpindah pekerjaan karena merasa ada yang lebih baik
  • Memaksakan diri mengikuti tren karier tertentu

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan stres berkepanjangan dan kelelahan mental (burnout).

Dampak Career FOMO

1. Menurunnya kesehatan mental

Perasaan tertinggal secara terus-menerus dapat memicu kecemasan, overthinking, bahkan menurunkan rasa percaya diri.

2. Sulit menikmati proses

Seseorang menjadi terlalu fokus pada hasil akhir dan lupa menghargai perkembangan kecil dalam perjalanan kariernya.

3. Pengambilan keputusan yang tidak matang

Career FOMO dapat membuat seseorang mengambil keputusan impulsif, seperti resign tanpa perencanaan atau memilih pekerjaan hanya karena sedang tren.

4. Kehilangan jati diri

Terlalu sering mengikuti standar orang lain dapat membuat seseorang lupa memahami tujuan dan nilai hidupnya sendiri.

Cara Mengatasi Career FOMO

1. Kurangi kebiasaan membandingkan diri

Setiap orang memiliki waktu, kesempatan, dan proses hidup yang berbeda. Kesuksesan tidak memiliki garis waktu yang sama.

2. Gunakan media sosial secara sehat

Batasi konsumsi konten yang memicu tekanan mental. Ingat, media sosial umumnya hanya menampilkan sisi terbaik kehidupan seseorang.

3. Fokus pada tujuan pribadi

Tentukan definisi sukses menurut diri sendiri, bukan berdasarkan standar lingkungan atau internet.

4. Rayakan progres kecil

Peningkatan kemampuan, pengalaman baru, atau keberanian mencoba hal baru juga merupakan bentuk pencapaian.

5. Bangun keterampilan secara bertahap

Daripada terburu-buru mengejar hasil besar, lebih baik fokus meningkatkan kemampuan secara konsisten.

Career FOMO merupakan fenomena yang semakin sering dialami di tengah perkembangan media sosial dan tingginya persaingan kerja. Rasa takut tertinggal memang manusiawi, tetapi jika berlebihan dapat mengganggu kesehatan mental dan arah karier seseorang.

Penting untuk dipahami bahwa perjalanan karier setiap orang berbeda. Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang mampu berkembang sesuai tujuan dan kapasitas dirinya sendiri.