Kekayaan budaya lokal, isu sosial, keberlanjutan, hingga perkembangan teknologi masa depan menjadi sumber inspirasi bagi 18 desainer muda Universitas Kristen Maranatha dalam pergelaran busana EVOLUSIA 2026 di Imah Seniman, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (5/11/2026).

Mengangkat tema OMNIA: Many Worlds. One Human Experience, pergelaran tahunan ke-16 ini menghadirkan 54 tampilan busana yang merepresentasikan beragam perspektif dan pengalaman manusia melalui karya fashion kontemporer.

Karya-karya tersebut merupakan hasil tugas akhir mahasiswa Program Diploma III Seni Rupa dan Desain, konsentrasi Fashion Design, Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif (FHIK) Universitas Kristen Maranatha.

Baca Juga: EVOLUSIA 2026 Jadi Panggung 18 Desainer Muda Maranatha Menuju Industri Fashion Profesional

Ketua Program Diploma III Seni Rupa dan Desain FHIK Universitas Kristen Maranatha, Grace Sahertian, menjelaskan pengembangan koleksi mahasiswa tidak hanya mengacu pada tren busana, tetapi juga mempertimbangkan berbagai perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

“Sesuai dengan tren yang berkembang saat ini. Tren yang dimaksud bukan hanya tren fashion, tetapi juga tren secara global. Karena mau tidak mau, perkembangan fashion turut dipengaruhi oleh berbagai dinamika dunia, mulai dari politik, sosial, budaya, ekonomi, dan aspek lainnya,” kata Grace dalam jumpa pers EVOLUSIA 2026.

Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi salah satu referensi penting bagi mahasiswa dalam melakukan riset, membangun konsep, dan menerjemahkan gagasan menjadi rancangan busana.

Baca Juga: Fashion Tendance 2026: APPMI Jawa Barat Angkat Kekayaan Budaya Nusantara Lewat Karya Sembilan Desainer

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki identitas dan pesan yang relevan dengan perkembangan zaman.

OMNIA, Pertemuan Beragam Ide Kreatif

Tema OMNIA berasal dari kata yang berarti “segalanya”, menggambarkan dunia mode sebagai titik temu berbagai gagasan, karakter, dan pengalaman manusia.

Konsep tersebut diwujudkan melalui filosofi cahaya dan bayangan. Seperti cahaya putih yang menghasilkan beragam spektrum warna, setiap desainer menghadirkan interpretasi berbeda yang berpadu dalam satu panggung pergelaran.

Grace menjelaskan, penyusunan tema dilakukan melalui proses diskusi dan pertukaran gagasan bersama Boika. Proses tersebut menjadi bagian penting untuk menghasilkan konsep pergelaran yang selaras dengan perkembangan global sekaligus mampu mengakomodasi keberagaman ide para mahasiswa.

“Tahun ini, kami juga melakukan brainstorming bersama Boika. Kami mendiskusikan bagaimana menentukan tema yang tepat. Jadi, penentuan tema tersebut tidak hanya mengacu pada tren yang sedang berkembang, tetapi juga diselaraskan dengan karya-karya yang dihasilkan oleh para desainer mahasiswa,” ungkap Grace.

Setiap desainer memiliki sumber inspirasi dan pendekatan kreatif yang berbeda. Keberagaman tersebut kemudian disatukan dalam tema OMNIA tanpa menghilangkan identitas masing-masing karya.

Eksplorasi yang dihadirkan mencakup pengangkatan warisan budaya lokal, refleksi terhadap fenomena sosial, pendekatan desain berkelanjutan, hingga respons terhadap perkembangan teknologi.

Hal ini memperlihatkan bagaimana fashion dapat menjadi sarana komunikasi visual untuk menyampaikan cerita, identitas, dan pandangan terhadap kehidupan modern.

54 Tampilan Busana dan Pameran Eksklusif

EVOLUSIA 2026 mempersembahkan 54 tampilan busana dalam peragaan runway yang menampilkan hasil eksplorasi kreatif 18 mahasiswa. Selain melalui panggung peragaan, pengunjung juga dapat menyaksikan pameran eksklusif yang menghadirkan 18 karya pilihan.

Pameran tersebut memungkinkan pengunjung mengamati berbagai aspek rancangan secara lebih dekat, termasuk detail material, teknik pengolahan tekstil, bentuk busana, dan proses kreatif yang melatarbelakangi koleksi.

Kehadiran pameran menjadi bagian dari upaya memperkenalkan proses perancangan kepada masyarakat, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah gagasan berkembang menjadi karya busana.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, Universitas Kristen Maranatha turut menjalin kolaborasi dengan Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Barat. Kerja sama tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lingkungan industri secara langsung serta berinteraksi dengan para pelaku fashion profesional.

Grace berharap pengalaman tersebut dapat memperkuat kesiapan mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan membangun karier setelah menyelesaikan pendidikan.

“Harapannya, melalui kerja sama ini, para mahasiswa desain dapat merasakan secara langsung bagaimana dunia profesional bekerja. Mereka bisa mendapatkan gambaran mengenai industri mode yang nantinya akan menjadi lingkungan tempat mereka berkarya setelah lulus,” tuturnya.

Dorong Desainer Muda Terus Berinovasi

Selain memperkenalkan beragam karya, EVOLUSIA 2026 juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi terhadap proses kreatif dan pencapaian akademik mereka.

Cindy William Liem menerima penghargaan Best Final Project, Vinca Natamaria Kosasih meraih Best All Around Performance, sedangkan Qory Adzania Gestianty memperoleh Best Presentation & Portfolio.

Penghargaan ini mencerminkan pentingnya kualitas perancangan, konsistensi proses pembelajaran, serta kemampuan mempresentasikan karya secara profesional.

Melalui penyelenggaraan EVOLUSIA, Universitas Kristen Maranatha berharap mahasiswa dapat terus mengembangkan gagasan dan menghadirkan karya yang mampu menjawab perubahan kebutuhan industri.

Perpaduan eksplorasi budaya, isu sosial, prinsip keberlanjutan, dan perkembangan teknologi dalam EVOLUSIA 2026 memperlihatkan potensi generasi muda untuk berkontribusi terhadap industri fashion yang semakin dinamis.

Dengan mengusung semangat Many Worlds. One Human Experience, EVOLUSIA 2026 menjadi ruang bagi para desainer muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menunjukkan bahwa fashion dapat menjadi medium yang menghubungkan beragam pengalaman manusia dalam satu karya.