Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah ogah meliburkan atau memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah kepungan asap imbas kebakaran hutan yang masih belum bisa ditangani hingga kini.
Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah M Reza Prabowo bahkan dengan entengnya mengatakan pihaknya tetap memberlakukan pembelajaran tatap muka di dalam kelas lantaran khawatir program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak jalan.
Keputusan Dinas pendidikan itu bikin geram banyak pihak,Disdik Kalimantan Tengah dinilai lebih mementingkan bisnis MBG ketimbang kesehatan para peserta didik.
Salah satu orang yang turut mengutuk keras kebijakan Disdik Kalimantan Tengah adalah Pegiat Media Sosial, Chusnul Chotimah, kebijakan itu dinilai sangat keliru dan harus segera dievaluasi.
“MBG ada agar anak-anak sehat Anak-anak dikorbankan agar dapur MBG tetap jalan ,” kata Chusnul dilansir Selasa (1/9/2026).
Kebijakan untuk tetap memberlakukan pembelajaran tatap muka di dalam kelas di tengah kepungan asap kebakaran hutan Kalimantan jelas bertentangan dengan prinsip MBG itu sendiri, sebab program andalan Presiden Prabowo Subianto itu dibikin untuk menyehatkan anak-anak Indonesia.
“Min @Gerindra, setahu saya MBG itu dibuat presiden @prabowo agar anak-anak bisa sehat, tapi kenapa yang ini anak-anak yang dikorbankan agar dapur MBG tetap ada?” ujarnya.
“Kalian pilih mana, anak-anak sakit atau dapur MBG mati? Saya yakin presiden Prabowo akan pilih anak-anak tetap sehat. Tolong ditegur min,” sambungnya.
Adapun pernyataan Reza Prabowo yang memutuskan kegiatan belajar mengajar tatap muka tetap berjalan di tengah kepungan asap itu kebakaran itu disampaikan dalam sebuah rapat Zoom dimana video rapat itu kini bocor ke media sosial.
Di dalam pernyataannya, Reza menyatakan ketika sekolah diliburkan akan ada beberapa dampak yang menurut pandangannya kurang tepat.
“Ketika sekolah diliburkan, berpengaruh dengan dapur-dapur MBG. Bapak ibu saya harap punya kebijaksaaan juga,” ujarnya.
Selain dapur MBG, kantin-kantin juga tidak produktif. Habis itu, dampak ketika anak-anak dipulangkan, mereka yang harusnya di rumah, mereka pergi ke kafe-kafe.
Jadi, pihak Disdik akan membuat surat edaran, masuk sekolahnya pukul 08.00.
Baca Juga: Asap Karhutla Kalimantan Kian Meluas, Penerbangan Terganggu dan Kasus ISPA Melonjak
“Kita yang pusing buk. Habis itu nanti ada orang tuanya segala macam,” ujarnya.