PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank, BEI: AMAR) membukukan penguatan penyaluran kredit bruto sebesar 30,62% secara tahunan (YoY) menjadi Rp4,16 triliun pada kuartal pertama 2026. Ekspansi kredit ini menjadi motor penggerak utama pertumbuhan Bank, mendorong total aset naik 34,72% YoY menjadi Rp6,93 triliun dan menghasilkan laba bersih sebesar Rp71,12 miliar.
Kinerja pendapatan Bank yang solid di kuartal pertama ini pun berhasil memperluas pangsa pasarnya di segmen-segmen dengan imbal hasil tinggi (high-yielding). Tercatat, pendapatan operasional Amar Bank meningkat 13,82% YoY menjadi Rp527,76 miliar, sementara pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 15,58% YoY menjadi Rp370,20 miliar.
"Dalam industri perbankan, pertumbuhan yang sehat tidak hanya tercermin dari ekspansi kredit atau peningkatan laba, tetapi juga dari kemampuan membangun struktur pendanaan yang kuat dan berkelanjutan. Profitabilitas ini didukung oleh struktur pendanaan yang berkelanjutan," ujar Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Vishal menambahkan bahwa pendekatan yang berorientasi pada nasabah (customer-focused) terus melandasi strategi digital bank, yakni dengan memanfaatkan teknologi dan analisis data (data insights) agar dapat merespons kebutuhan segmen ritel dan UMKM yang dinamis dengan cepat.
Di tengah kompetisi penghimpunan dana yang semakin ketat di industri perbankan nasional, Amar Bank mencatat lonjakan pada Dana Pihak Ketiga (DPK). DPK Bank meningkat 115,46% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp2,91 triliun. Keberhasilan menghimpun dana masyarakat ini secara material memperbaiki profil likuiditas Amar Bank, di mana rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) membaik signifikan menjadi 142,56%, dari sebelumnya 235,04% pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) turun menjadi 0,86%, jauh membaik dibanding posisi Maret 2025 yang sebesar 1,48%. Angka ini sekaligus membuktikan kualitas mitigasi risiko perseroan yang berada di level terbaik.
SVP Finance Amar Bank, David Wirawan, menambahkan bahwa penurunan NPL menunjukkan ekspansi kredit bank tetap dilakukan secara selektif dan prudent. “Kualitas aset tetap menjadi perhatian utama kami. Penurunan NPL di tengah pertumbuhan kredit menunjukkan bahwa Amar Bank terus menjaga disiplin risiko, termasuk dalam memperkuat proses analisis dan pengelolaan portofolio kredit,” ujar David.
Dari sisi permodalan, Amar Bank mencatat Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 99,17%, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Posisi modal yang kuat ini memberikan ruang bagi Amar Bank untuk melanjutkan investasi pada teknologi, pengembangan produk digital, serta penguatan manajemen risiko. Ke depan, Amar Bank akan terus memperkuat penghimpunan dana, menyalurkan kredit secara terukur, dan mengembangkan layanan digital yang relevan bagi nasabah ritel dan UMKM.