Palo Alto Networks selaku perusahaan keamanan siber global menyampaikan bahwa AI membuka peluang tidak terbatas untuk pelaku usaha sekaligus memberikan senjata baru yang canggih untuk para penyerang dan pihak yang tidak bertanggung jawab. Risiko ini seharusnya tidak memperlambat kemajuan, melainkan menuntut sistem keamanan yang lebih baik.
Pada era agentic AI ini, agen AI semakin banyak ditemui di keseluruhan lini bisnis: dari pekerjaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan hingga sistem backend, serta dari aplikasi hingga browser. Pergeseran ini menciptakan sebuah paradoks dengan konsekuensi yang berpotensi fatal, yakni AI dapat menjadi peluang sekaligus ancaman yang terus berkembang bagi organisasi.
Baca Juga: Inovasi Jabra Evolve3 dan PanaCast: Solusi Komunikasi Profesional Hibrida dengan Dukungan AI
Para penyerang tengah menggunakan AI untuk menyerang dengan kecepatan dan presisi, serta dalam volume yang besar pula. Menurut riset terakhir dari Unit 42 misalnya, 25% dari gangguan tercepat yang ditemuinya sepanjang 2025 mencapai tahap eksfiltrasi hanya lebih dari sejam, atau berkurang dari 4,8 jam pada tahun sebelumnya.
Bagi para pelaku pertahanan keamanan (defender), pesannya pun jelas: keamanan yang terfragmentasi tidak lagi efektif untuk mengimbangi kecepatan AI. Malah, kompleksitas inimerugikan organisasi, memperlambat responnya terhadap ancaman yang terus berkembang, dan menghentikan laju transformasi AI-nya masing-masing.
Haji Munshi, Managing Director and Vice President, ASEAN, Palo Alto Networks, mengatakan, “Rata-rata organisasi kini menggunakan sebanyak 83 alat keamanan dari 29 penyedia. Hal ini tidak dapat terus berlangsung. Dengan permukaan serangan yang terus berkembang, organisasi di seluruh Indonesia harus bertindak sekarang atau menyerah kepada para penyerang yang sudah bergerak dengan kecepatan mesin. Di Palo Alto Networks, pendekatan kami jelas: konsolidasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan suatu keniscayaan bagi pertahanan siber yang kuat.”
Memproses sebanyak 500 miliar kejadian dan menghentikan 30 miliar serangan setiap harinya, Palo Alto Networks menyediakan alat keamanan yang dapat menandingi kecepatan inovasi AI yang begitu dahsyat. Dalam dunia yang terus berubah cepat, Palo Alto Networks memastikan bahwa perusahaan Indonesia dan bahkan sekelas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap kompetitif dengan perusahaan-perusahaan terkemuka di dunia.
Munshi menambahkan, “Palo Alto Networks berkomitmen penuh untuk mengamankan masa depan digital Indonesia. Dengan mandat dan arahan dari pemerintah termasuk Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) untuk meningkatkan AI demi pertumbuhan ekonomi, kehadiran kami memberdayakan pelaku usaha Indonesia dengan alat serta teknologi yang tepat untuk dapat berinovasi dengan aman. Pertanyaannya bukan lagi apakah organisasi akan mengadopsi AI, tetapi seberapa cepat mereka dapat mengamankannya guna menjadi pemimpin di pasar Indonesia.”