Di tengah dinamika ekonomi global, minat masyarakat ASEAN untuk bepergian tetap tinggi, meski cara mereka merencanakan perjalanan kini semakin berubah. AirAsia MOVE mengungkap lima tren perjalanan yang diprediksi akan membentuk industri wisata di paruh kedua 2026.
Berdasarkan data pemesanan AirAsia MOVE (MOVE) untuk periode perjalanan 1 Juli–31 Desember 2026, wisatawan semakin mengedepankan perencanaan yang matang dan value dalam setiap keputusan. Mereka memilih destinasi dengan waktu tempuh yang singkat, melakukan pemesanan jauh hari, menentukan waktu berlibur secara strategis, serta mengelola anggaran dengan lebih efektif.
Berikut lima tren perjalanan yang membentuk perilaku wisatawan di kawasan hingga penghujung 2026 seperti dikutip dari rilis yang diterima, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: Pacu Jalur Viral di Dunia, AirAsia MOVE Ajak Traveler Jelajahi Festival Perahu Dayung Nusantara
-
Wisatawan makin selektif mengatur anggaran
Data MOVE memperlihatkan rata-rata pengeluaran untuk tiket pesawat sekitar 35% lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk akomodasi. Fenomena ini mengindikasikan bahwa wisatawan tetap bersedia mengeluarkan lebih banyak biaya untuk mencapai destinasi yang diinginkan, namun lebih selektif dalam memilih tempat menginap.
Mayoritas pengguna mengutamakan akomodasi yang menawarkan keseimbangan antara kenyamanan dan harga yang kompetitif. Dari satu juta pilihan hotel yang tersedia di MOVE, 76% pemesanan dilakukan pada hotel bintang tiga dan empat, mencerminkan preferensi terhadap akomodasi berkualitas dengan value terbaik.
-
Periode gajian menjadi momen favorit untuk bepergian
Hampir 40% pemesanan penerbangan melalui aplikasi MOVE dilakukan untuk keberangkatan pada tanggal 25 hingga 5 setiap bulannya, bertepatan dengan siklus penerimaan gaji di banyak negara ASEAN.
Pertimbangan finansial semakin memengaruhi keputusan wisatawan. Tak heran, periode gajian menjadi momentum bagi masyarakat untuk merealisasikan rencana liburan.
-
Destinasi jarak dekat diminati wisatawan
Wisatawan kian melirik destinasi yang mudah dijangkau untuk memaksimalkan waktu dan anggaran.
Perubahan ini tercermin dari meningkatnya pemesanan penerbangan internasional dengan durasi kurang dari empat jam sebesar 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kontribusi mencapai 62% dari total keseluruhan. Di tengah tetap kuatnya permintaan perjalanan domestik, minat terhadap destinasi regional yang menawarkan kemudahan akses tetap tinggi tanpa mengorbankan kualitas pengalaman berwisata.
Baca Juga: Jelajahi Permata Tersembunyi Asia Tenggara, AirAsia MOVE Luncurkan ASEAN Explorer Pass
-
Wisatawan merencanakan liburan jauh hari
Data MOVE mengungkap kecenderungan pemesanan yang dilakukan lebih dari 120 hari sebelum keberangkatan, menandakan optimisme masyarakat untuk bepergian.
Tren ini diperkirakan akan terus mendorong pertumbuhan perjalanan internasional pada semester kedua 2026. Malaysia, Thailand, Indonesia, Jepang, dan Filipina diproyeksikan menjadi destinasi favorit wisatawan, didukung konektivitas penerbangan yang semakin baik serta penawaran perjalanan yang menarik.
-
Milenial dan Gen Z jadi motor utama pertumbuhan industri
Generasi Milenial menyumbang 43% dari total pemesanan di platform, diikuti Gen Z sebesar 23%. Hal ini mengonfirmasi bahwa bepergian tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan hidup (work-life balance) bagi kedua generasi produktif. Namun, mereka kini semakin terukur dalam mengambil keputusan.