4. Mengabaikan mata merah atau kering
Mata merah dan kering kerap dianggap sebagai gangguan ringan, terlebih bagi mereka yang sehari-hari bekerja di depan layar atau menghabiskan banyak waktu di ruangan ber-AC.
Namun, jika keluhan terus berulang atau berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
Dr. Sachdev mencontohkan kondisi yang terjadi ketika penggunaan masker menjadi bagian dari keseharian selama pandemi Covid-19. Embusan napas yang mengalir ke arah mata dapat membuat permukaan mata lebih cepat kering dan memicu iritasi.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang tampak sederhana pun dapat memengaruhi kondisi mata.
Karena itu, mata merah atau kering yang terus-menerus sebaiknya mendapat perhatian, bukan sekadar ditahan atau dianggap sebagai keluhan biasa.
5. Saling berbagi obat tetes mata
Berbagi obat tetes mata dengan anggota keluarga atau orang lain mungkin terlihat sepele. Namun, kebiasaan ini sebaiknya dihindari.
Dr. Sachdev mengingatkan bahwa ujung botol obat tetes dapat bersentuhan dengan mata maupun permukaan di sekitarnya sehingga berpotensi mengalami kontaminasi.
Artinya, meskipun seseorang mengalami keluhan yang terlihat sama, bukan berarti obat tetes yang digunakan orang lain otomatis aman untuk digunakan.
Perhatikan pula berapa lama obat tetes telah dibuka dan digunakan. Jenis obat tetes yang tepat juga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi mata dan anjuran dokter. Jangan menganggap obat tetes yang dijual bebas pasti cocok hanya karena mudah diperoleh.
6. Membiarkan anak terlalu lama di dalam ruangan
Pada anak-anak, menjaga kesehatan mata bukan hanya tentang membatasi waktu menatap layar. Aktivitas di luar ruangan juga memiliki peran penting.
Dr. Sachdev menekankan pentingnya mengajak anak bermain di luar dan memberikan kesempatan bagi mata untuk melihat objek dalam jarak jauh.
Anak yang sebagian besar waktunya dihabiskan untuk belajar, membaca, atau menggunakan perangkat digital akan lebih sering melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus pada jarak dekat. Beraktivitas di luar ruangan memberikan kesempatan bagi mata untuk melihat lebih jauh dan menjadi bagian dari rutinitas yang lebih seimbang.
Jadi, mengajak anak bermain di luar bukan hanya baik untuk aktivitas fisik, tetapi juga menjadi salah satu kebiasaan yang mendukung kesehatan penglihatan.
7. Mengabaikan tanda ketika benda mulai harus dijauhkan
Memasuki usia 40-an, sebagian orang mulai menyadari perubahan sederhana ketika membaca.
Ponsel terasa terlalu dekat, buku mulai harus dijauhkan, atau pesan di layar terasa lebih mudah dibaca ketika lengan direntangkan. Bahkan, seseorang mungkin membutuhkan pencahayaan yang lebih terang agar dapat membaca dengan nyaman.
Perubahan tersebut sering dianggap sebagai sesuatu yang wajar karena usia. Namun, menurut Dr. Sachdev, kondisi semacam ini justru menjadi alasan untuk memeriksakan penglihatan.
Perubahan kemampuan mata dalam melihat objek dekat dapat berkaitan dengan proses penuaan dan mungkin menunjukkan kebutuhan akan kacamata baca. Pemeriksaan mata dapat membantu memastikan penyebabnya sekaligus mendeteksi kemungkinan masalah lain.
8. Menunggu sampai muncul masalah sebelum memeriksakan mata
Kesalahan terbesar dalam menjaga kesehatan mata mungkin adalah menganggap bahwa selama masih bisa melihat, berarti kondisi mata baik-baik saja.
Padahal, pemeriksaan mata secara rutin dapat menjadi bagian penting dari upaya pencegahan, terutama seiring bertambahnya usia atau ketika seseorang memiliki faktor risiko tertentu.
Menjaga kesehatan mata bukan hanya soal mencari pertolongan ketika penglihatan sudah terganggu. Upaya tersebut juga mencakup pemeriksaan berkala, menerapkan pola makan sehat, menggunakan layar secara bijak, menjaga kebersihan lensa kontak, serta memahami kapan perubahan pada mata perlu mendapat perhatian medis.
Mata bekerja sepanjang hari untuk membantu kita melihat, membaca, bekerja, dan beraktivitas. Karena itu, perawatannya juga tidak seharusnya dilakukan hanya ketika muncul masalah.
Semoga informasinya bermanfaat, ya!
Baca Juga: 7 Perawatan Rumahan untuk Bantu Atasi Dark Circle di Bawah Mata, Yuk Coba!