Growthmates, mata bekerja tanpa henti untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari. Namun, tanpa disadari, sejumlah kebiasaan sederhana yang dilakukan berulang kali dapat memengaruhi kesehatan mata.
Mulai dari terlalu lama menatap layar, menggunakan lensa kontak tanpa memperhatikan kebersihannya, hingga mengabaikan perubahan penglihatan karena menganggapnya sebagai bagian normal dari proses penuaan. Padahal, beberapa kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa mata membutuhkan perhatian lebih.
Dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia, penting untuk kembali memperhatikan berbagai kebiasaan sehari-hari yang dapat memengaruhi kesehatan mata.
Dalam episode terbaru Healthy and Hearty, siniar kesehatan dari Mirror Now, Dr. Ritika Sachdev, Direktur Centre for Sight, New Delhi, membahas sejumlah kesalahan umum yang kerap dilakukan masyarakat dalam merawat mata.
Dikutip dari Times Now News, Jumat (9/10/2026), berikut sejumlah kebiasaan sehari-hari yang sebaiknya mulai diubah demi menjaga kesehatan mata.
1. Menatap ponsel tanpa jeda istirahat
Bukan hanya berapa lama seseorang menatap layar yang perlu diperhatikan, tetapi juga bagaimana mata digunakan selama aktivitas tersebut.
Saat berkonsentrasi pada ponsel atau perangkat digital lainnya, seseorang cenderung lebih jarang berkedip. Kondisi ini dapat membuat permukaan mata lebih cepat kering sehingga memicu rasa perih, iritasi, hingga tidak nyaman.
Dr. Sachdev menyarankan agar pengguna layar mengambil jeda secara berkala, terutama ketika menggunakan perangkat dengan layar berukuran kecil seperti ponsel pintar.
Istirahat juga tidak cukup hanya dengan memejamkan mata selama beberapa detik. Sesekali, arahkan pandangan ke objek yang jauh agar mata tidak terus-menerus bekerja dalam jarak dekat.
2. Menganggap remeh perawatan lensa kontak
Lensa kontak menawarkan kepraktisan, tetapi penggunaannya membutuhkan kedisiplinan. Kebersihan yang buruk, penyimpanan yang tidak tepat, hingga memaksakan diri menggunakan lensa saat mata mengalami iritasi dapat meningkatkan risiko gangguan pada mata.
Karena itu, penting untuk mengikuti prosedur perawatan lensa kontak dengan benar. Dr. Sachdev juga menyarankan pengguna lensa kontak selalu memiliki kacamata sebagai alternatif.
Jika mata mulai memerah, terasa iritasi, atau tidak nyaman, jangan memaksakan diri untuk tetap menggunakan lensa. Segera lepaskan lensa kontak dan gunakan kacamata.
3. Terlalu lama menunda pemeriksaan katarak
Penglihatan kabur memang menjadi salah satu gejala katarak yang paling dikenal. Namun, perubahan pada mata dapat muncul sebelum pandangan benar-benar menjadi kabur.
Menurut Dr. Sachdev, seseorang bisa mulai mengalami perubahan dalam persepsi warna atau menjadi lebih sensitif terhadap cahaya terang. Sorotan lampu kendaraan dari arah berlawanan pada malam hari, misalnya, bisa terasa semakin menyilaukan.
Perubahan semacam ini sering kali dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi alasan untuk memeriksakan mata.
Jangan menunggu hingga penglihatan menjadi sangat buram untuk mulai berkonsultasi dengan dokter mata.
Baca Juga: Jangan Dianggap Sepele! Mata Juling pada Anak Bisa Picu Mata Malas