Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini mulai bergerak dari dunia digital menuju implementasi fisik melalui teknologi robotika. Tren yang dikenal sebagai Physical AI ini memungkinkan sistem AI diwujudkan dalam bentuk robot yang mampu memahami lingkungan, mengambil keputusan, dan menjalankan tugas secara mandiri.

Perusahaan robotika global Agibot resmi memperluas kehadirannya di Indonesia melalui kemitraan strategis dengan PT Denka Pratama Indonesia. Kehadiran Agibot di Tanah Air juga didukung oleh PT Robotika Futuristik Indonesia (RFI) yang ditunjuk sebagai mitra resmi penyewaan dan leasing robot humanoid serta robot anjing (robodog).

Baca Juga: Dua Mata Pisau Artificial Intelligence dalam Pertumbuhan Ekonomi RI

Ekspansi ini membuka akses yang lebih luas terhadap teknologi robotika cerdas yang selama ini berkembang pesat di berbagai negara. Agibot membawa sejumlah lini produk yang mencakup robot humanoid, robot mobile otonom, platform penelitian robotika, hingga sistem tangan robotik berpresisi tinggi.

Robot Humanoid untuk Berbagai Kebutuhan

Salah satu fokus utama Agibot adalah pengembangan robot humanoid yang dirancang untuk beroperasi di lingkungan yang digunakan manusia.

Perusahaan menghadirkan seri A3 serta G Series yang terdiri dari G2 dan G2 Air. Robot-robot tersebut dilengkapi teknologi AI, sensor, dan sistem penggerak yang memungkinkan interaksi lebih adaptif dengan lingkungan sekitar.

Menurut Agibot, robot humanoid tersebut ditujukan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penelitian, pendidikan, layanan publik, hingga pengembangan aplikasi berbasis AI yang membutuhkan interaksi fisik.

Baca Juga: Siloam Hadirkan Robot Bedah Otak Pertama di Indonesia, Prof. Julius July: Keselamatan Pasien adalah Prioritas Utama

Dukung Riset dan Pengembangan Teknologi

Selain robot humanoid, Agibot juga membawa X Series yang terdiri dari X2 Ultra, X2, dan X2 REC. Seri ini dikembangkan sebagai platform robot mobile cerdas yang dapat digunakan untuk penelitian dan pengembangan teknologi otonom.

Sementara itu, sektor pendidikan dan riset didukung melalui D1 Series yang mencakup D1 MaxPro, D1 Max, D1 Ultra, D1 Ultra-W, serta D1 Pro/Edu. Platform tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan institusi pendidikan, laboratorium penelitian, dan pengembang teknologi.

Kehadiran platform robotika untuk riset dinilai dapat membantu pengembangan talenta dan inovasi di bidang robotika yang terus berkembang di Indonesia.

Baca Juga: Cerita Armand Hartono Soal Pengalaman BCA Gunakan Robot di Sistem Penyimpanan Uang

Robot Otonom untuk Operasional Fasilitas

Agibot juga memperkenalkan C Series yang terdiri dari C5, C4, C2, dan C2P. Robot pada lini ini dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional di fasilitas komersial maupun publik.

Teknologi navigasi cerdas dan pengelolaan berbasis cloud memungkinkan robot beroperasi secara mandiri. Beberapa model juga disebut mampu berintegrasi dengan infrastruktur bangunan modern seperti lift dan sistem akses otomatis.

Pemanfaatan robot otonom saat ini mulai digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional di hotel, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, fasilitas publik, hingga kawasan industri.

Hadirkan Sistem Tangan Robotik Presisi Tinggi

Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem Physical AI, Agibot turut menghadirkan OmniHand Series yang terdiri dari OmniHand 3 Lite, OmniHand, OmniHand Pro, dan OmniPicker 3.

Lini produk ini berfokus pada kemampuan manipulasi objek dengan tingkat presisi yang tinggi. Sistem tangan robotik tersebut dirancang untuk mendukung berbagai aplikasi yang membutuhkan ketelitian dan koordinasi gerak, termasuk di sektor manufaktur, penelitian, dan robot humanoid.

Physical AI Diproyeksikan Semakin Berkembang

Seiring kemajuan AI generatif dan teknologi robotika, integrasi antara kecerdasan buatan dan sistem fisik diperkirakan akan semakin berkembang dalam beberapa tahun mendatang.

Melalui ekspansi ke Indonesia, Agibot menghadirkan berbagai solusi robotika yang mencerminkan tren perkembangan industri global, mulai dari robot humanoid, robot mobile otonom, platform penelitian, hingga teknologi manipulasi robotik.

Kehadiran teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung adopsi Physical AI di berbagai sektor, termasuk industri, pendidikan, penelitian, dan layanan komersial di Indonesia.