ADVAN Perkuat Identitas sebagai Brand Lokal
Sementara itu, Brand Director ADVAN Indonesia, Andy Gusena, melihat AIR NEO sebagai bagian dari upaya ADVAN memperkuat identitasnya sebagai brand teknologi Indonesia.
Andy mengatakan perusahaan ingin menghadirkan produk yang tidak hanya kompetitif dari sisi teknologi, tetapi juga dapat membangun kebanggaan konsumen terhadap produk lokal.
“Mengenai harapan, tentunya kita ingin menghadirkan satu produk yang berkualitas. Dari sisi branding, ADVAN itu memang dari dulu fokus produknya di produk-produk teknologi,” beber Andy.
Menurutnya, pengalaman panjang ADVAN di industri teknologi menjadi salah satu fondasi untuk terus mengembangkan produk.
“Kita ingin mengukuhkan dari sisi branding, bagaimana ADVAN bisa menjadi satu pilihan bagi konsumen di Indonesia untuk bisa bangga memiliki satu brand dan produk yang memang punya tanah Indonesia, dengan kualitas yang baik dan teknologi yang saat ini semakin lama semakin baik,” katanya.
Andy menilai, strategi branding tidak akan berarti tanpa dukungan kualitas produk yang konsisten.
“Kami sangat yakin bahwa kualitas produk kami juga semakin lama semakin baik. Ini terbukti kenapa ADVAN bisa tetap eksis hingga sampai saat ini. Jadi, kita bicara apa pun namanya strategi branding, tentunya harus disupport dengan kualitas produk yang lebih baik,” tutur Andy.
Ia pun menekankan bahwa status sebagai brand lokal bukan berarti ADVAN membatasi diri pada pasar domestik.
“ADVAN adalah produk lokal Indonesia yang berani bersaing di pasar internasional. Jadi, kita itu produk murah tapi tidak murahan. Dalam artian, kita produk lokal tapi kita berani bersaing,” tegasnya.

Intel Soroti Form Factor, Performa, dan Baterai
Dari sisi Intel, Country Manager Intel Indonesia, Harry K. Nugraha, melihat sejumlah faktor yang secara konsisten menjadi pertimbangan konsumen ketika memilih laptop.
“Di setiap survei mengenai ekspektasi sebuah laptop, itu ada tiga hal yang selalu muncul. Yang pertama adalah form factor yang tipis, yang kedua performa, dan yang ketiga harga,” ujar Harry.
Menurut Harry, AIR NEO menawarkan kombinasi berbagai aspek tersebut, sekaligus membawa kemampuan AI yang semakin relevan dengan perkembangan komputasi saat ini.
“Saya rasa hari ini sudah dihadirkan sebuah produk yang memenuhi itu semua. Ditambah lagi, kita punya sebuah fitur tambahan bahwa ini adalah produk yang memang mengusung kekinian sekarang, pertumbuhan teknologi yaitu AI,” katanya.
Namun, Harry menilai, salah satu nilai tambah yang menarik dari AIR NEO justru terletak pada daya tahan baterainya.
“Baterai ini justru sangat luar biasa, teman-teman. Saya rasa dengan baterai 16 jam lebih, sebelum 17, itu sebuah nilai tambah yang betulnya bisa dibayangkan,” ujarnya.
Harry juga menilai, daya tahan tersebut memberikan perbedaan signifikan dibandingkan laptop yang harus lebih sering terhubung dengan sumber listrik.
“Laptop yang ada di pasar mungkin selama yang teman-teman pakai, tiga sampai empat jam perlu di-charge. Sekarang 16 jam, itu sebuah terobosan,” lanjut Harry.
Dengan kombinasi desain tipis, performa, kemampuan AI, serta daya tahan baterai yang panjang, Harry optimistis AIR NEO dapat diterima konsumen Indonesia.
“Harapan saya tinggi, tentunya, karena untuk mencapai produk seperti ini, buat sebuah laptop luar biasa. Dan hari ini sudah diadakan oleh ADVAN, semoga bisa diterima oleh konsumen di Indonesia,” tutupnya.
Baca Juga: ASUS Rilis Expert Series: Laptop, Desktop, dan AiO Tangguh Dukung Ekosistem Bisnis Modern