Minat masyarakat terhadap budi daya durian terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya berasal dari kalangan petani berpengalaman, semakin banyak generasi muda, pelaku usaha, hingga penghobi tanaman buah yang mulai melirik durian sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi. Melihat perkembangan tersebut, AA Kadu Durian menilai bahwa regenerasi pekebun perlu diimbangi dengan edukasi yang memadai agar pengembangan kebun durian dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Owner AA Kadu Durian, Aryanto, mengatakan bahwa masih banyak calon pekebun yang memiliki semangat tinggi untuk menanam durian, tetapi belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pemilihan bibit, teknik penanaman, maupun perawatan tanaman pada fase awal pertumbuhan.
Baca Juga: Hilirisasi sebagai Jawaban Tantangan Pertanian Indonesia
"Antusiasme masyarakat sangat besar. Tantangannya sekarang adalah memastikan mereka memiliki pengetahuan yang benar agar tanaman yang ditanam dapat tumbuh sehat dan produktif," ujar Aryanto.
Menurutnya, keberhasilan budi daya durian tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit, tetapi juga oleh pemahaman pekebun terhadap karakter tanaman. Faktor seperti kondisi lahan, pola penyiraman, pemupukan, hingga pengendalian hama menjadi bagian penting yang perlu dipahami sejak awal. Karena itu, AA Kadu Durian tidak hanya berfokus pada penyediaan bibit, tetapi juga aktif memberikan konsultasi dan berbagi informasi kepada pelanggan mengenai praktik budidaya yang baik.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi risiko kegagalan dalam mengembangkan kebun durian. Aryanto menilai edukasi menjadi investasi jangka panjang bagi perkembangan industri durian nasional. Semakin banyak pekebun yang memahami teknik budidaya yang tepat, semakin besar pula peluang terciptanya kebun-kebun produktif dengan hasil panen yang berkualitas.
"Tujuan kami bukan sekadar menjual bibit. Kami ingin semakin banyak pekebun yang berhasil dan merasakan manfaat ekonomi dari budi daya durian," katanya. Ia juga melihat munculnya minat dari kalangan anak muda sebagai perkembangan yang positif. Menurutnya, regenerasi pelaku agribisnis menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sektor hortikultura di Indonesia.
"Anak muda membawa semangat, cara berpikir baru, dan lebih terbuka terhadap teknologi maupun informasi. Ini menjadi modal yang baik untuk perkembangan industri durian ke depan," tambah Aryanto.
Selain itu, meningkatnya akses terhadap informasi melalui media digital membuat proses belajar budidaya durian menjadi lebih mudah dibandingkan beberapa tahun lalu. Meski demikian, Aryanto mengingatkan agar masyarakat tetap mengutamakan sumber informasi yang kredibel dan berkonsultasi dengan pembibit maupun praktisi yang memiliki pengalaman.
Ke depan, AA Kadu Durian berkomitmen untuk terus memperluas peran sebagai pusat pembibitan sekaligus mitra edukasi bagi masyarakat yang ingin mengembangkan budidaya durian. Melalui penyediaan bibit berkualitas, pendampingan, dan berbagi pengetahuan, AA Kadu Durian berharap dapat ikut mendorong lahirnya lebih banyak pekebun durian yang sukses serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil durian unggulan di kawasan Asia.