4. Keju
Keju merupakan sumber protein dan kalsium yang baik, tetapi juga mengandung natrium cukup tinggi, terutama keju olahan, keju oles, dan keju bertekstur keras. Mengonsumsinya dalam jumlah wajar dapat membantu menjaga asupan garam tetap terkendali.
5. Acar
Acar memiliki daya simpan yang lama karena proses pengawetannya menggunakan garam dalam jumlah besar. Baik acar mentimun, mangga, jeruk, maupun sayuran lainnya sebaiknya dikonsumsi sebagai pelengkap, bukan dalam porsi besar.
6. Saus dan Bumbu Pelengkap
Kecap asin, saus tomat, saus cabai, mayones, hingga berbagai saus siap pakai mungkin hanya digunakan sedikit setiap kali makan. Namun, jika dikonsumsi berulang sepanjang hari, kandungan natriumnya dapat menumpuk. Kecap asin termasuk salah satu bumbu dengan kadar natrium paling tinggi.
7. Daging Olahan
Sosis, ham, salami, nugget, dan berbagai produk daging olahan diawetkan menggunakan garam. Meski sering dipromosikan sebagai sumber protein, kandungan natriumnya jauh lebih tinggi dibandingkan daging segar yang dimasak sendiri.
8. Kacang Panggang Berbumbu
Kacang memang dikenal sebagai camilan sehat, tetapi tambahan bumbu seperti keju, barbeku, atau aneka rempah instan dapat meningkatkan kandungan natriumnya secara signifikan. Untuk camilan harian, pilih kacang tanpa garam atau dengan kandungan garam yang rendah.
9. Salad Restoran
Salad tidak selalu identik dengan makanan rendah garam. Saus salad, keju, zaitun, crouton, hingga topping berbumbu dapat membuat kandungan natriumnya meningkat drastis. Salah satu cara sederhana untuk mengurangi asupan garam adalah meminta saus disajikan secara terpisah sehingga penggunaannya bisa disesuaikan.
Baca Juga: Apa Benar Garam Himalaya Bisa Bantu Cegah Hipertensi?