4. In the Dream House karya Carmen Maria Machado

Memoar inovatif tentang kekerasan dalam hubungan queer ini diceritakan melalui berbagai bentuk naratif, seperti cerita rakyat, kritik akademis, budaya pop, hingga gotik.

Machado tidak hanya menceritakan trauma, tetapi membongkar cara trauma diceritakan.

Struktur buku ini sendiri menjadi pesan, mengajarkan bagaimana ingatan bekerja dan mengapa menyuarakan yang tak terucap dapat mengubah hidup.

5. A Ghost in the Throat karya Doireann Ní Ghríofa

Perpaduan liris antara memoar, sejarah, dan obsesi pribadi. Buku ini mengikuti seorang perempuan yang terpikat pada penyair abad ke-18 yang terlupakan, sembari menjalani kehidupan sebagai ibu dan penulis.

Ní Ghríofa dengan lembut merenungkan tentang ambisi, kreativitas, dan kisah perempuan yang terpinggirkan dengan intim, intens, dan sangat menyentuh.

6. How Much of These Hills Is Gold karya C Pam Zhang

Sebuah penafsiran ulang tentang mitos Amerika Barat melalui sudut pandang dua saudara perempuan imigran.

Dengan prosa yang puitis dan tajam, Zhang mengungkap penghapusan, kekerasan, dan ambisi yang membentuk sejarah dan masih terasa hingga kini.

Novel ini sekaligus epik dan personal, menawarkan pemahaman baru tentang duka, identitas, dan rasa memiliki.

7. Nightbitch karya Rachel Yoder

Lucu, gelap, dan meresahkan, novel ini berkisah tentang seorang ibu yang merasa dirinya perlahan berubah menjadi anjing.

Melalui absurditas, Yoder mengeksplorasi kemarahan, kreativitas, dan mitos tentang 'ibu ideal'.

Tajam dan membebaskan, Nightbitch memaksa kita meninjau ulang ekspektasi sosial terhadap kewanitaan dan naluri yang sering dipaksa untuk disembunyikan.

8. The Year of Magical Thinking karya Joan Didion

Karya klasik Joan Didion tentang duka, kehilangan, dan rapuhnya kehidupan sehari-hari.

Dengan kejernihan yang khas, Didion menulis tentang bagaimana pikiran mencoba mempertahankan keteraturan saat segalanya runtuh.

Lebih dari sekadar memoar duka, buku ini adalah refleksi tentang perubahan mendadak dan cara manusia belajar hidup kembali ketika dunia tak lagi masuk akal.

Baca Juga: Rekomendasi 7 Buku Terbaik untuk Memutus Kebiasaan Buruk