Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah tengah melakukan konsolidasi besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 250 BUMN disebut telah ditutup, digabungkan, atau dilebur melalui proses merger.
Prabowo mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya merampingkan jumlah BUMN yang dinilai terlalu banyak dan kurang efisien. Dari total 1.077 BUMN yang ada, pemerintah menargetkan jumlahnya menyusut menjadi sekitar 350 entitas pada akhir 2026.
"Mereka (Danantara) menyanggupi laporan ke saya, jumlah BUMN kita dari 1.077 akan maksimal 350. Berarti di akhir 2026 mungkin 700 BUMN yang akan kita tutup, kita merger, kita konsolidasikan," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Prabowo Akui soal Korupsi di MBG: Ada Pribadi yang Mau Cari Kekayaan
Menurut Prabowo, proses konsolidasi tersebut telah menunjukkan hasil yang signifikan. Ia bahkan memberikan apresiasi kepada jajaran Danantara yang dinilai berhasil menjalankan agenda restrukturisasi dalam 18 bulan pertama operasionalnya.
Kepala Negara menilai jumlah BUMN yang terlalu banyak selama ini menyebabkan biaya operasional membengkak. Karena itu, pengurangan jumlah perusahaan pelat merah diyakini dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi beban pengeluaran rutin.
Prabowo memperkirakan penutupan dan penggabungan 250 BUMN yang telah dilakukan sejauh ini berpotensi menghasilkan penghematan hingga Rp50 triliun. Penghematan tersebut berasal dari berbagai biaya operasional, mulai dari gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, biaya listrik, transportasi, hingga pelaksanaan rapat kerja.
Baca Juga: Prabowo Kaget MBG Disebut Bikin Ekonomi Collapse: Saya Cuma Ngasih Makan...
Jika target pengurangan hingga 700 BUMN tercapai pada akhir tahun ini, nilai efisiensi yang diperoleh diperkirakan akan jauh lebih besar.
"Desember 31, saya kira angka penghematan ini bisa naik, bisa mendekati Rp70 triliun sampai Rp80 triliun," ujar Prabowo.
Pemerintah berharap langkah konsolidasi tersebut dapat membuat BUMN menjadi lebih ramping, sehat, dan fokus pada sektor-sektor strategis yang mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.