Pemerintah Indonesia tengah mencari cara untuk membebaskan tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) yang diculik tentara Israel dalam perjalanan misi kemanusian ke Gaza, Palestina.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Purn Dudung Abdurachman sejauh ini pemerintah telah menempuh beberapa langkah demi membebaskan para WNI yang kini sedang ditawan tentara Israel.
Baca Juga: Menguji Magnet Elektoral Jokowi
Sejauh ini pemerintah melalui Kemenlu RI terus melakukan koordinasi dengan sejumlah Kedutaan Besar RI (KBRI) di kawasan sekitar mulai dari Ankara (Turki), Kairo (Mesir), Roma (Italia), hingga Amman (Yordania). Dudung belum memberkan hasil koordinasi tersebut.
Selain itu Pemerintah Indonesia lanjut Dudung juga menyiapkan langkah antisipatif berupa penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) apabila paspor para WNI tersebut disita serta dukungan medis apabila diperlukan.
Tak hanya itu Dudung mengatakan perwakilan RI juga terus melakukan pendekatan ke otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian.
Eks Kepala Staf TNI AD itu juga menyatakan Indonesia telah bergabung dengan sembilan negara lainnya yaitu Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol yang mengutuk keras serangan Israel tersebut.
"Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina secara hukum humaniter internasional,” kata Dudung dilansir Rabu (20/5/2026).
Sebelumnya, terdapat sembilan WNI yang ikut serta dalam kapal pelayaran kemanusiaan GPCI pada misi Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza. Pada awal pekan ini mulanya dikabarkan lima dari sembilan WNI dicegat militer Israel dalam perjalanannya.
Mereka adalah lima WNI itu yakni jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, jurnalis Tempo TV Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis dari GPCI Rahendro Herubowo, dan aktivis Rumah Zakat Andi Angga Prasadewa.
Mereka tersebar di sejumlah kapal yang telah dicegat militer Israel. Rahendro, Thoudy, dan Andre menumpangi kapal Ozgurluk, Abeng di Kapal BoraLize, sedangkan Andi Angga di kapal Josef.
Ketiga kapal itu diduga dicegat tentara Israel di perairan internasional saat akan bersama-sama misi Global Sumud Flotilla 2026 menembus blokade zionis untuk mencapai Gaza.
Baca Juga: Siapa Bohir Film Pesta Babi?
Terbaru, pasukan Israel dikabarkan kembali menculik dua WNI yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2026. Dengan demikian, kini total tujuh WNI dalam misi pelayaran kemanusiaan global ke Gaza yang diculik pasukan Zionis.