4. Dal dan Lentil
Dal dan berbagai jenis lentil merupakan sumber protein nabati dan serat yang sangat baik serta mudah ditemukan dalam menu sehari-hari.
Kombinasi protein dan serat di dalamnya membantu rasa kenyang bertahan lebih lama, mengurangi kecenderungan makan berlebihan, sekaligus menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
Kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan porsi dengan memadukan dal bersama sayuran dan porsi nasi atau roti yang tidak berlebihan.
Penurunan berat badan tidak selalu membutuhkan makanan baru, karena sering kali cukup dengan mengatur porsi dan komposisi makanan yang sudah biasa dikonsumsi sehari-hari.
5. Ayam
Bagi yang mengonsumsi makanan nonvegetarian, ayam merupakan pilihan sumber protein yang sangat praktis untuk dimasukkan ke dalam menu harian.
Konsumsi ayam membantu menjaga massa otot saat lemak tubuh berkurang, hal yang penting terutama bagi wanita karena otot membantu menjaga metabolisme tetap aktif.
Agar manfaatnya maksimal, ayam sebaiknya diolah dengan cara sederhana seperti dipanggang, dibakar, atau dimasak dengan sedikit minyak, sementara ayam goreng atau penggunaan saus kental justru dapat mengurangi manfaat kesehatannya.
Ayam yang dimasak secara ringan mampu membantu menahan rasa lapar lebih lama, terutama di malam hari ketika risiko makan berlebihan biasanya meningkat.
6. Ikan
Ikan tidak hanya menyediakan protein berkualitas tinggi, tetapi juga mengandung lemak sehat yang membantu mengontrol nafsu makan sekaligus mendukung keseimbangan hormon.
Keseimbangan hormon sendiri memiliki peran penting dalam naik turunnya berat badan pada wanita. Selain itu, ikan biasanya terasa lebih ringan di perut namun tetap memberikan rasa kenyang yang cukup lama.
Konsumsi ikan secara rutin dapat membantu menjaga energi tetap stabil, mengurangi keinginan untuk ngemil, sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan sehingga proses penurunan berat badan terasa lebih nyaman dijalani.
7. Kacang Chana Panggang dan Kacang Tanah
Ngemil sering menjadi penyebab utama gagalnya diet. Namun, pilihan camilan yang tepat justru bisa membantu.
Kacang chana panggang dan kacang tanah kaya protein serta mudah dibawa ke mana-mana. Segenggam kecil sudah cukup untuk menahan rasa lapar dan mencegah makan impulsif.
Mengunyah perlahan juga memberi waktu bagi otak untuk merasakan kenyang. Karena sudah familiar, camilan ini tidak terasa seperti makanan diet, sehingga lebih mudah dijadikan kebiasaan jangka panjang.
Baca Juga: 7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Usus yang Bisa Anda Tambahkan ke Diet di Tahun 2026