Industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia terus menunjukkan perkembangan. Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi ramah lingkungan, penjualan kendaraan listrik juga mengalami pertumbuhan signifikan. Hingga Agustus 2026, penjualan kendaraan listrik di Indonesia tercatat telah menembus 541 ribu unit.
Pertumbuhan tersebut turut diikuti pembangunan fasilitas manufaktur baterai di dalam negeri. Kehadiran pabrik-pabrik ini menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional, terutama untuk memperkuat kapasitas produksi lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Pemerintah bersama sektor swasta juga terus berupaya menarik investasi asing guna membangun rantai pasok baterai yang lebih terintegrasi. Proses produksinya mencakup berbagai tahapan, mulai dari pembuatan sel baterai hingga perakitan battery pack yang digunakan pada kendaraan listrik.
Sejumlah perusahaan pun telah mengembangkan fasilitas produksi baterai di Indonesia. Berikut tujuh perusahaan yang terlibat dalam industri manufaktur baterai kendaraan listrik di Tanah Air:
Baca Juga: Hyundai Motor Hadirkan Bus Listrik Pertama untuk Transportasi Publik di Bali
1. PT HLI Green Power
PT HLI Green Power merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang produksi sel baterai kendaraan listrik. Perusahaan ini memiliki kapasitas produksi mencapai 10 GWh.
2. PT Hyundai Energy
Berbeda dari produsen sel baterai, PT Hyundai Energy berfokus pada produksi paket baterai untuk kendaraan roda empat. Kapasitas produksinya disebut mencapai 120 ribu unit.
Baca Juga: Periklindo Usulkan Insentif Pajak 10 Persen untuk Kendaraan Niaga Listrik
3. PT Gotion Green Energy
PT Gotion Green Energy juga menjadi bagian dari industri baterai kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan ini memproduksi baterai untuk kendaraan roda empat dengan kapasitas produksi sebanyak 17.952 unit.
4. PT BYD Auto Indonesia
Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, turut mengembangkan fasilitas produksi baterai di Indonesia melalui PT BYD Auto Indonesia. Perusahaan ini memiliki kapasitas produksi paket baterai yang mencapai 150 ribu unit per tahun.
5. PT REPT Battero Indonesia
PT REPT Battero Indonesia bergerak dalam produksi modul baterai dan paket baterai kendaraan listrik. Kapasitas produksi modul baterainya disebut mencapai lebih dari 80.520 unit per tahun. Adapun kapasitas produksi paket baterainya tercatat berada pada angka yang sama.
Baca Juga: Tren Konsumen Mobil Listrik Berubah, Durasi Pengisian Baterai Kini Jadi Pertimbangan
6. PT Energi Selalu Baru
Tak hanya kendaraan roda empat, industri baterai kendaraan listrik roda dua juga mulai berkembang di Indonesia. Salah satunya melalui PT Energi Selalu Baru yang berfokus pada produksi paket baterai untuk sepeda motor listrik, dengan kapasitas mencapai 120 ribu unit.
7. PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB)
Perusahaan berikutnya adalah PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), yang menjadi bagian dari pengembangan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Perusahaan ini disebut memiliki target kapasitas produksi hingga 15 GWh. Sementara itu, kapasitas yang telah tersedia saat ini mencapai 6,9 GWh, dengan kebutuhan daya yang diperkirakan dapat mendukung sekitar 250 ribu kendaraan listrik.
Fasilitas CATIB juga dijadwalkan akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kehadirannya diharapkan semakin memperkuat kapasitas produksi baterai dalam negeri dan mendukung pengembangan rantai pasok kendaraan listrik nasional.