Growthmates, bagi Warren Buffett, salah satu investor paling sukses di dunia, kunci untuk mempertajam pikiran ternyata bukan sekadar strategi investasi yang rumit.

Ada satu kebiasaan sederhana yang terus ia tekankan, yakni membaca. Bahkan, Buffett pernah menganjurkan untuk membaca hingga 500 halaman setiap hari demi mengumpulkan pengetahuan yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu.

Target tersebut mungkin terdengar mustahil di tengah kesibukan pekerjaan, keluarga, dan berbagai tuntutan sehari-hari. Namun, Buffett tidak sekadar berbicara tentang mengejar jumlah halaman.

Di balik aturan 500 halaman itu terdapat filosofi bahwa pengetahuan bekerja seperti bunga majemuk, yaitu sedikit demi sedikit, tetapi terus terakumulasi hingga menghasilkan pemahaman yang jauh lebih besar.

Menariknya, gagasan tersebut juga mendapat dukungan dari penelitian. Sejumlah studi menemukan bahwa aktivitas membaca dapat berkaitan dengan perubahan konektivitas otak dan membantu menjaga fungsi kognitif.

Lantas, bagaimana cara menerapkan kebiasaan membaca ala Buffett tanpa harus menghabiskan berjam-jam setiap hari? Dikutip dari Business Today, Senin (10/8/2026), berikut ulasannya.

1. Mulai dengan target yang realistis dan konsisten

Tidak perlu langsung meniru target ekstrem Buffett. Bagi pembaca yang baru ingin membangun kebiasaan, menetapkan target 10, 20, atau 30 halaman sehari sudah dapat menjadi awal yang baik.

Alternatif lainnya adalah menetapkan durasi, misalnya 20–30 menit setiap hari. Yang terpenting bukan seberapa banyak halaman yang dibaca dalam satu sesi, melainkan konsistensi.

Anda juga dapat memilih waktu tertentu yang relatif bebas gangguan, seperti pagi hari sebelum memulai aktivitas atau malam sebelum tidur.

2. Manfaatkan waktu-waktu kecil sepanjang hari

Membaca tidak selalu membutuhkan waktu luang berjam-jam. Justru, menit-menit kecil yang biasanya terbuang dapat dikumpulkan menjadi waktu membaca yang berarti.

Bawa buku ketika bepergian dan manfaatkan waktu saat mengantre, menunggu di ruang tunggu, atau berada dalam perjalanan. Beberapa halaman yang dibaca setiap kali memiliki waktu luang dapat terakumulasi menjadi puluhan bahkan ratusan halaman dalam seminggu.

Dengan cara ini, membaca terasa lebih ringan karena tidak harus mengambil satu blok waktu besar dari jadwal harian.

3. Pilih buku yang benar-benar menarik bagi Anda

Tidak semua buku harus diselesaikan. Memaksakan diri membaca buku yang membosankan hanya karena merasa sudah terlanjur memulainya justru dapat membuat aktivitas membaca terasa seperti kewajiban.

Jika sebuah buku tidak memberikan manfaat atau tidak lagi menarik setelah beberapa bab, tidak ada salahnya berhenti dan memilih judul lain.

Tujuannya adalah membangun kebiasaan membaca jangka panjang, bukan sekadar mengumpulkan daftar buku yang sudah tamat.

Baca Juga: Warren Buffett Ungkap 5 Tipe Orang yang Sebaiknya Gak Mudah Dipercaya, Nomor 1 Paling Berbahaya