2. Carilah transparansi
Menanyakan tentang komisi dan konflik kepentingan sangatlah tepat. Jangan takut untuk bertanya tentang total biaya produk atau layanan yang sedang dibahas dan bagaimana investasi akan mengatasi pengeluaran ini. Tanyakan apakah produk tersebut merupakan hak milik dan apakah ada kuota yang terkait dengannya.
3. Ukur kinerja
Tanyakan tentang bagaimana investasi atau portofolio akan dievaluasi. Sebagian penasihat menggunakan tolok ukur untuk membandingkan, sementara yang lain menggunakan tujuan keuangan seseorang sebagai pengukuran.
Kamu harus mengevaluasi investasimu setidaknya setiap tahun sambil mengingat tujuan jangka panjang. Ketahui bagaimana biaya dan pengeluaran memengaruhi kinerja investasimu, Growthmates.
4. Pertimbangkan alternatif lain
Bandingkan penawaran produk dengan penawaran lain yang sesuai. Ini adalah bagian dari menjadi konsumen yang bijaksana. Jika seorang penasihat hanya menawarkan satu solusi untuk kebutuhanmu, tanyakan tentang cara alternatif untuk memenuhinya.
5. Berusahalah untuk memahami risiko
Jangan membeli produk apa pun jika kamu tidak sepenuhnya memahami risiko, manfaat, biaya, dan penalti. Salah satu penyesalan terbesar investor adalah membeli suatu produk, mungkin dari teman atau kenalan, yang tidak dapat mereka jelaskan cara kerjanya atau bagaimana produk tersebut sesuai dengan rencana mereka. Sering kali, produk-produk ini sulit atau mahal untuk diurai.
6. Carilah seseorang yang dapat dipercaya
Meskipun sulit untuk mengukurnya, kamu tidak boleh bermitra dengan seseorang yang tidak kamu percayai. Paling tidak, setiap penasihat harus memprioritaskan kepentingan terbaikmu sebelum keinginan mereka sendiri untuk menghasilkan uang darimu.
Mencari bimbingan dan nasihat untuk investasi adalah hal yang bijaksana dan bijaksana, tetapi perlu diingat bahwa jika investasi apa pun gagal, konsekuensinya kemungkinan besar akan dirasakan oleh kamu, sang investor.
Baca Juga: 7 Prioritas Keuangan dalam Membangun Kehidupan Finansial yang Sehat