Growthmates, kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana cara menjadi individu yang stabil, konsisten, dan bijak dalam mengambil keputusan saat bekerja? Pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan melakukan praktik mindfulness di tempat kerjamu.

Di tengah kesibukan kerja setiap harinya, kamu tetap harus bisa menerapkan prinsip mindfulness agar kamu merasa lebih hidup dan produktif.

Mindfulness sendiri akan memberikan individu ruang untuk berpikir dan merupakan landasan untuk mental agility, resilience, serta self-awareness. Dengan demikian, mindfulness dapat mengurangi kelelahan emosional serta meningkatkan keterbukaan untuk ide-ide baru dan empati yang lebih baik.

Dilansir dari laman Mindful, Rabu (1/5/2024), berikut beberapa cara untuk menerapkan mindfulness di dunia kerja. Yuk simak!

1. Hadir Secara Sadar

Hal yang paling penting dalam dunia kerja adalah perihal kesadaran. Ketika kamu secara sadar hadir di tempat kerja, kamu menyadari dua aspek pengalaman kamu dari waktu ke waktu, yaitu apa yang terjadi di sekitar kamu dan apa yang terjadi di dalam dirimu.

Pekerjaan yang dilakukan dengan penuh perhatian berarti secara sadar hadil dalam apa yang kamu lakukan, ketika kamu melakukannya akan sama seperti kamu sedang mengelola kondisi mental dan emosional kamu.

Jika kamu sedang menulis laporan, kewaspadaan mengharuskan kamu memberikan perhatian penuh. Setiap kali pikiran kamu melayang ke hal-hal speerti itu, akui saja pemikiran tersebut dan kembalikan perhatian kamu ke tugas yang sedang kamu lakukan. Mungkin, hal ini akan terdengar sederhana, tetapi banyak aspek pengalaman kamu yang dapat menghalanginya.

2. Lakukan Latihan Singkat Mindfulness di Kantor

Latihan mindful akan melatih otak kamu untuk lebih mindful. Semakin banyak latihan minfulness yang kamu lakukan, semakin mudah pula otak kamu memasuki kondisi mindful sehingga bisa mengoptimalkan fungsi otak kamu. Menemukan waktu untuk latihan mindfulness selama 30 menit di tempat kerja tampaknya akan sulit.

Namun, latihan ini dapat dilakukan dalam waktu yang singkat dan tidak mengganggu pekerjaanmu. Bahkan, satu menit terhubung secara sadar dengan salah satu indera kamu dapat diklasifikasikan sebagai latihan minfulness. Kamu tidak perlu memejamkan mata ataupun duduk sendirian.

Cobalah cari waktu luang dalam sehari untuk melatih kesadaran. Proses ini dapat membantu menyeimbangkan kembali sistem saraf kamu, mengurangi respons melawan, dan melibatkan bagian bijak otak kamu sehingga kamu dapat membuat keputusan yang masuk akal daripada bereaksi secara otomatis terhadap situasi.

Baca Juga: 8 Teknik Menarik ala Orang Jepang Agar Tetap Produktif di Tempat Kerja

3. Jadilah Orang yang Single-tasking

Single-tasking adalah melakukan satu hal pada satu waktu. Sejatinya, tidak ada seorang pun yang benar-benar bisa melakukan banyak tugas dalam satu waktu. Kenyataannya, otak kamu yang berpindah dari satu hal ke hal lain secara cepat, seringkali akan kehilangan data dalam prosesnya. Oleh karena itulah, alasan mengapa multi-tasking itu kurang efektif untuk saat ini.

4. Gunakan Pengingat yang Mindful

Kebanyakan orang yang pernah membaca atau mengikuti pelatihan minfulness menghargai manfaat hidup mindfulness. Sayangnya, mereka selalu lupa untuk berhati-hati. Alasan kamu lupa untuk berhati-hati adalah kerena mode normal atau default otak kamu yang terbiasa tenggelam dalam pikiranmu sendiri sehingga menjalankan semacam narasi internal.

Ketika kamu melakukan aktivitas sehari-hari, otak kamu akan mengalihkan kamu ke kondisi energi yang tidak disadari, hampir seperti mimpi. Penelitian yang dilakukan di Harvard University menunjukkan bahwa 47 % dari hari-hari seseorang dapat dihabiskan dengan melamun. Penelitian yang sama menemukan bahwa bermimpi di siang hari dapat berdampak negatif pada kesejahteraanmu.

Menjadi auto-pilot berarti kamu tidak sepenuhnya hadir dan sadar terhadap peluang dan pilihan di sekitarmu. Kamu tidak bisa menjadi kreatif, merencanakan sesuatu yang baru, atau merespons dengan tepat bila kamu beroperasi secara mekanis.

Baca Juga: 6 Tips Menjaga Kesehatan Mental untuk Para Pekerja, Harus Dicoba!

5. Jadikan Stres sebagai Teman

Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengalami stres tingkat tinggi, tetapi percaya bahwa stres itu baik bagi mereka dan memiliki tingkat kematian yang paling rendah. Sebaliknya, orang dengan stres berat yang percaya bahwa stres berdampak buruk bagi kesehatannya memiliki peluang kematian tertinggi.

Keyakinan kamu tentang stres jelas memengaruhi dampaknya terhadap kesehatan dan kesejahteraanmu. Studi lain bahkan menemukan bahwa pembuluh darah menyempit pada orang yang percaya bahwa stres buruk bagi mereka, tetapi tetap terbuka dan sehat pada mereka yang percaya bahwa stres baik bagi mereka.

6. Jangan Lupa Bersyukur!

Manusia mempunyai “bias negatif”. Pada dasarnya, ini berarti kamu lebih cenderung fokus dan memikirkan sesuatu yang tidak beres dibandingkan pada hal-hal yang berjalan baik. Berperilaku seperti ini setiap hari berarti kamu pada akhirnya mengadopsi cara berpikir yang terlalu negatif dan tidak seimbang.

Syukur adalah penawarnya. Banyak bukti menunjukkan bahwa mempraktikkan rasa syukur secara aktif membuat kamu merasa lebih baik dan berdampak positif pada kreativitas, kesehatan, hubungan kerja, dan kualitas kerja. Rasa syukur membuat berada di tempat kerja dan di rumah menjadi pengalaman yang lebih positif.

Baca Juga: 5 Tips Mengatasi Kebiasaan Menunda Pekerjaan Agar Menjadi Lebih Produktif, Catat!