4. Cepat Lapar Meski Baru Selesai Makan
Rasa lapar kembali tak lama setelah makan juga bisa menjadi alasan untuk mengevaluasi komposisi menu harian.
Makanan yang didominasi karbohidrat olahan dan minim serat mungkin tidak memberikan rasa kenyang yang bertahan lama. Sebaliknya, makanan kaya serat, terutama jika dipadukan dengan protein, dapat membantu menjaga rasa kenyang.
Anda bisa menambahkan kacang arab ke dalam salad, memperbanyak sayuran saat makan nasi atau roti, serta memilih buah utuh sebagai camilan dibandingkan biskuit.
Namun, cepat lapar bukan tanda khusus kekurangan serat karena juga dipengaruhi porsi makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan faktor lainnya.
5. Perut Kembung dan Tidak Nyaman Berulang Kali
Keluhan perut kembung dan rasa tidak nyaman dapat muncul bersamaan dengan sembelit, termasuk ketika pola makan kurang mendukung kelancaran pencernaan.
Serat juga menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus. Ketika memecah jenis serat tertentu, bakteri tersebut menghasilkan asam lemak rantai pendek yang mendukung kesehatan usus.
Meski demikian, kembung tidak selalu menandakan kekurangan serat. Bahkan, menambah serat secara mendadak dapat memicu gas, kembung, atau kram, terutama jika tubuh belum terbiasa.
Karena itu, tingkatkan asupan secara bertahap dan cukupkan kebutuhan cairan.
Sumber Serat Alami yang Mudah Ditemukan
Nah Growthmates, memenuhi kebutuhan serat tidak harus bergantung pada produk kesehatan atau suplemen. Sejumlah bahan pangan sehari-hari bisa menjadi pilihan, seperti jambu biji, pir, apel dengan kulitnya, jeruk, wortel, brokoli, buncis, kacang merah, kacang hijau, lentil, oat, beras merah, serta gandum utuh.
Kacang tanah, almond, biji chia, dan biji rami juga dapat menjadi tambahan sumber serat dalam menu harian.
Mulailah dengan perubahan sederhana, misalnya menambahkan sayuran ke dalam menu makan siang, memilih buah utuh sebagai camilan, atau mengganti sebagian biji-bijian olahan dengan pilihan biji-bijian utuh.
Baca Juga: Kenali 5 Camilan Populer yang Ternyata Rendah Serat