Dan, dikutip dari Times of India, Senin (19/1/2025), berikut 5 sinyal peringatan bahwa Anda mungkin terjebak dalam pertumbuhan semu.

1. Tanggung Jawab Bertambah, Jabatan Tetap Sama

Anda kini mengambil keputusan lebih besar, membimbing rekan kerja, atau menangani tugas strategis, namun jabatan dan deskripsi peran Anda tidak berubah.

Survei MyPerfectResume mencatat 78% profesional menerima tanggung jawab tambahan tanpa promosi atau kenaikan gaji.

2. Selalu Dijanjikan 'Sebentar Lagi'

Anda sering mendengar janji bahwa promosi atau peluang akan datang segera. Namun, bulan berganti tahun tanpa tindak lanjut nyata.

Data menunjukkan 53% profesional dijanjikan pertumbuhan yang pada akhirnya tidak pernah terwujud.

3. Diandalkan saat Sulit, Dilupakan saat Apresiasi

Ketika krisis muncul atau tenggat waktu menekan, Anda adalah orang pertama yang dicari.

Namun, ketika pujian dan pengakuan dibagikan, nama Anda jarang disebut. Keandalan Anda perlahan dianggap sebagai kewajiban, bukan keunggulan.

4. Beban Kerja Naik, Gaji Tetap

Anda menjalankan tugas dua peran sekaligus tanpa kompensasi tambahan. Faktanya, 35% profesional mengaku tidak pernah menerima kenaikan gaji meskipun beban kerja mereka meningkat signifikan.

5. Pertumbuhan Anda Hanya Tersimpan di Kepala Anda

Anda tahu telah mempelajari keterampilan baru dan mengambil tanggung jawab lebih besar, tetapi tidak ada satu pun yang terdokumentasi atau diakui secara formal.

Ketika peluang muncul, pengambil keputusan hanya melihat jabatan Anda, bukan kontribusi nyata yang telah Anda bangun.

Nah Growthmates, pertumbuhan semu bukan berarti Anda gagal, justru sebaliknya. Itu tanda bahwa Anda berkembang tanpa sistem yang mengakui. Namun, jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini bisa menghambat laju karier Anda sendiri.

Bertumbuh saja tidak cukup. Pertumbuhan perlu dikenali, dicatat, dan diposisikan. Karena dalam dunia kerja modern, kemajuan bukan hanya soal seberapa jauh Anda melangkah, tetapi juga seberapa jelas langkah itu terlihat oleh orang yang menentukan arah berikutnya.

Baca Juga: Studi Terbaru Ungkap 9 Sektor Pekerjaan dengan Tingkat Stres Tertinggi di 2026, Apa Saja?