Musim dingin kerap identik dengan suasana yang nyaman, tetapi bagi banyak orang, penurunan suhu justru membawa keluhan kesehatan, terutama pada sendi dan otot.

Saat udara semakin dingin dan kering, tubuh cenderung terasa lebih kaku, nyeri sendi lebih mudah muncul, dan energi terasa menurun.

Perubahan aktivitas, paparan sinar matahari yang berkurang, hingga pola makan yang ikut berubah dapat memicu peningkatan proses peradangan di dalam tubuh.

Tak sedikit orang mengeluhkan rasa nyeri yang semakin terasa di lutut, punggung, atau sendi lainnya saat cuaca dingin. Kondisi ini berkaitan dengan respons peradangan yang meningkat.

Jika berlangsung terus-menerus, peradangan kronis bahkan berhubungan dengan berbagai penyakit serius seperti gangguan jantung, diabetes, hingga penyakit autoimun.

Kabar baiknya, peradangan saat cuaca dingin bukanlah kondisi yang tidak bisa dikendalikan. Selain menjaga pola makan, tetap aktif bergerak, cukup tidur, dan mengelola stres, pilihan minuman yang dikonsumsi sehari-hari juga dapat membantu meredakan peradangan secara alami.

Sejumlah bahan alami diketahui mengandung senyawa bioaktif yang membantu tubuh memulihkan diri dan menjaga kesehatan sendi.

Dan, berikut beberapa minuman alami yang dikenal dapat membantu meredakan peradangan sekaligus menjaga tubuh tetap hangat dan nyaman selama musim dingin, sebagaimana dikutip dari Times of India, Senin (2/2/2026).

1. Susu Kunyit atau Golden Milk

Susu kunyit telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai minuman penunjang kesehatan, terutama saat cuaca dingin.

Kandungan utama kunyit, yaitu kurkumin, dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan yang kuat.

Kurkumin membantu menghambat proses peradangan di dalam tubuh dengan menekan produksi zat pemicu inflamasi.

Mengonsumsi susu kunyit hangat sebelum tidur juga membantu tubuh lebih rileks sekaligus mendukung kualitas tidur yang lebih baik.

2. Teh Jahe

Jahe bukan sekadar bumbu dapur, melainkan bahan alami yang kaya manfaat kesehatan. Senyawa gingerol di dalamnya memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan yang dapat membantu meredakan nyeri sendi serta kekakuan otot.

Teh jahe hangat sering menjadi pilihan bagi penderita radang sendi atau mereka yang mengalami ketegangan otot akibat suhu dingin.

Selain itu, minuman ini juga membantu melancarkan peredaran darah dan menghangatkan tubuh dari dalam.

Baca Juga: Biar Tetap Glowing di Musim Hujan, Jangan Skip 3 Skincare Ini

3. Teh Hijau

Teh hijau termasuk minuman yang paling banyak diteliti dalam dunia kesehatan. Kandungan antioksidan utama di dalamnya, yaitu epigallocatechin gallate (EGCG), diketahui membantu menekan proses inflamasi di dalam tubuh.

Selain membantu meredakan peradangan, konsumsi teh hijau juga berkaitan dengan peningkatan kesehatan metabolik dan pengendalian gula darah, faktor yang turut berperan dalam menekan peradangan sistemik.

4. Jus Ceri Asam

Ceri asam mungkin jarang menjadi pilihan utama, namun buah ini kaya akan antosianin, sejenis antioksidan kuat yang memiliki efek antiinflamasi.

Konsumsi jus ceri asam diketahui dapat membantu menurunkan penanda peradangan dalam tubuh serta mengurangi stres oksidatif.

Minuman ini sering dikaitkan dengan manfaat bagi penderita gangguan sendi seperti osteoartritis dan asam urat, sekaligus membantu pemulihan otot setelah aktivitas fisik.

5. Tonik Hangat Lemon dan Kunyit

Kadang, solusi paling sederhana justru memberikan manfaat besar. Campuran air hangat, perasan lemon, kunyit, dan sedikit madu menghasilkan minuman yang menyegarkan sekaligus menenangkan peradangan.

Vitamin C dalam lemon membantu meningkatkan daya tahan tubuh, sementara kunyit memberikan efek antiinflamasi alami.

Tonik ini cocok dikonsumsi di pagi hari atau saat tubuh mulai terasa tidak nyaman akibat cuaca dingin.

Nah Growthmates, meski minuman alami dapat membantu meredakan peradangan, hasil terbaik tetap diperoleh dengan menerapkan gaya hidup sehat secara keseluruhan, termasuk menjaga pola makan, rutin bergerak, dan cukup beristirahat.

Penafian: Informasi dalam artikel ini bertujuan sebagai edukasi dan bukan pengganti nasihat medis. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional sebelum memulai pengobatan, perawatan, atau perubahan pola makan, terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu.

Baca Juga: 5 Penyakit yang Rentan Menyerang Saat Musim Hujan