3. Teh Hijau
Teh hijau termasuk minuman yang paling banyak diteliti dalam dunia kesehatan. Kandungan antioksidan utama di dalamnya, yaitu epigallocatechin gallate (EGCG), diketahui membantu menekan proses inflamasi di dalam tubuh.
Selain membantu meredakan peradangan, konsumsi teh hijau juga berkaitan dengan peningkatan kesehatan metabolik dan pengendalian gula darah, faktor yang turut berperan dalam menekan peradangan sistemik.
4. Jus Ceri Asam
Ceri asam mungkin jarang menjadi pilihan utama, namun buah ini kaya akan antosianin, sejenis antioksidan kuat yang memiliki efek antiinflamasi.
Konsumsi jus ceri asam diketahui dapat membantu menurunkan penanda peradangan dalam tubuh serta mengurangi stres oksidatif.
Minuman ini sering dikaitkan dengan manfaat bagi penderita gangguan sendi seperti osteoartritis dan asam urat, sekaligus membantu pemulihan otot setelah aktivitas fisik.
5. Tonik Hangat Lemon dan Kunyit
Kadang, solusi paling sederhana justru memberikan manfaat besar. Campuran air hangat, perasan lemon, kunyit, dan sedikit madu menghasilkan minuman yang menyegarkan sekaligus menenangkan peradangan.
Vitamin C dalam lemon membantu meningkatkan daya tahan tubuh, sementara kunyit memberikan efek antiinflamasi alami.
Tonik ini cocok dikonsumsi di pagi hari atau saat tubuh mulai terasa tidak nyaman akibat cuaca dingin.
Nah Growthmates, meski minuman alami dapat membantu meredakan peradangan, hasil terbaik tetap diperoleh dengan menerapkan gaya hidup sehat secara keseluruhan, termasuk menjaga pola makan, rutin bergerak, dan cukup beristirahat.
Penafian: Informasi dalam artikel ini bertujuan sebagai edukasi dan bukan pengganti nasihat medis. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional sebelum memulai pengobatan, perawatan, atau perubahan pola makan, terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu.
Baca Juga: 5 Penyakit yang Rentan Menyerang Saat Musim Hujan