Banyak orang mengira cara menjadi kaya hanya bergantung pada besarnya penghasilan. Namun, menurut investor legendaris Warren Buffett, kebiasaan mengelola pengeluaran justru menjadi salah satu faktor yang paling menentukan kondisi keuangan seseorang.

Meski memiliki kekayaan lebih dari US$145 miliar, Warren Buffett dikenal menjalani gaya hidup sederhana. Ia masih tinggal di rumah yang dibelinya di Omaha, Amerika Serikat, pada 1958 dan tidak terburu-buru mengganti mobil yang digunakannya.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Sederhana yang Jadi Kunci Karier Panjang dan Sukses ala Warren Buffett

Selama puluhan tahun, Buffett juga rutin membagikan pandangannya mengenai kebiasaan finansial yang perlu dihindari. Menurutnya, ada beberapa kebiasaan yang tanpa disadari bisa membuat uang cepat habis dan menghambat seseorang mencapai kebebasan finansial.

Melansir dari New Trader U pada Senin (6/7/2026), berikut lima kebiasaan yang bikin uang cepat habis ala Warren Buffett.

1. Terlalu Bergantung pada Utang Berbunga Tinggi

Salah satu kebiasaan yang paling dihindari Warren Buffett adalah menggunakan utang berbunga tinggi, terutama utang kartu kredit. Menurutnya, bunga yang terus bertambah akan menggerus kemampuan seseorang untuk membangun kekayaan.

"Saya melihat lebih banyak orang gagal karena minuman keras dan leverage. Yang saya maksud leverage adalah uang pinjaman. Jika saya meminjam uang dengan bunga 18 persen atau 20 persen, saya akan bangkrut," ujar Buffett.

Baca Juga: Kebiasaan yang Mengantar Warren Buffett pada Kesuksesan Jangka Panjang

Ia menilai setiap uang yang digunakan untuk membayar bunga seharusnya bisa dialihkan untuk investasi atau ditabung agar berkembang melalui efek bunga majemuk (compound interest).

2. Terburu-buru Membeli Mobil Baru

Mobil baru memang menarik, tetapi Warren Buffett menilai keputusan tersebut belum tentu menguntungkan secara finansial.

Menurutnya, nilai mobil baru langsung turun cukup besar begitu keluar dari dealer. Karena itu, membeli mobil bekas yang masih berusia satu hingga dua tahun sering kali menjadi pilihan yang lebih bijak karena menawarkan nilai yang lebih baik dengan harga yang lebih rendah.

3. Mengejar Keuntungan Instan Lewat Perjudian

Buffett juga mengingatkan agar tidak tergoda mencari keuntungan cepat melalui perjudian. Ia menilai kebiasaan tersebut hanya membuat seseorang bergantung pada keberuntungan, bukan membangun kekayaan secara bertahap.

Baca Juga: 6 Buku Keuangan dan Investasi yang Membentuk Cara Berpikir Bill Ackman, Sosok yang Dijuluki 'Warren Buffett Masa Depan'

"Saya bukan orang yang fanatik menentangnya, tetapi sampai tingkat tertentu perjudian adalah pajak atas ketidaktahuan. Orang-orang seperti saya tidak membayar 'pajak' itu. Saya merasa terganggu ketika pemerintah justru mengambil keuntungan dari warganya, bukan melayani mereka," kata Buffett.

4. Membeli Barang Hanya karena Murah

Harga murah belum tentu menjadi pilihan terbaik. Warren Buffett selalu menekankan pentingnya melihat nilai dari suatu barang, bukan hanya harganya.

"Harga adalah apa yang Anda bayar. Nilai adalah apa yang Anda dapatkan. Baik itu kaus kaki maupun saham, saya senang membeli barang berkualitas ketika sedang didiskon," ujar Buffett.

Prinsip tersebut tidak hanya berlaku saat berinvestasi, tetapi juga ketika membeli kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Kesalahan Terbodoh Warren Buffett yang Justru Melahirkan Mesin Uang US$1 Triliun

5. Membiarkan Gaya Hidup Terus Naik

Semakin tinggi penghasilan, semakin besar pula godaan untuk meningkatkan gaya hidup. Fenomena yang dikenal sebagai lifestyle inflation ini menjadi salah satu kebiasaan yang menurut Warren Buffett dapat membuat uang cepat habis.

Karena itu, Buffett menyarankan agar menabung dilakukan lebih dulu sebelum membelanjakan penghasilan.

"Jangan menabung dari sisa setelah berbelanja. Sebaliknya, belanjakanlah apa yang tersisa setelah menabung," ujar Buffett.

Prinsip-prinsip yang diterapkan Warren Buffett menunjukkan bahwa menjaga kondisi keuangan tidak selalu dimulai dari mencari penghasilan yang lebih besar. Namun, membangun kebiasaan yang baik dalam mengelola keuangan dan memprioritaskan tabungan serta investasi juga penting untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang.