Kanker usus besar atau kanker kolorektal kini menjadi salah satu jenis kanker yang peningkatannya paling cepat terjadi, bahkan pada kelompok usia muda dan paruh baya.

Para dokter menilai bahwa kebiasaan sehari-hari, terutama pola makan, memainkan peran yang jauh lebih besar daripada yang disadari banyak orang.

Apa yang kita konsumsi, seberapa sering kita minum alkohol, serta cukup atau tidaknya asupan serat dan kalsium dapat secara perlahan mengubah kondisi lingkungan usus, baik menuju kesehatan maupun penyakit.

Memang, faktor genetik memiliki peran, tetapi gaya hidup sering kali menentukan risiko jauh sebelum gejala muncul. Karena itu, para ahli gastroenterologi kini menekankan bahwa pencegahan sama pentingnya dengan pemeriksaan medis.

Perubahan kecil, namun konsisten dalam pola makan dapat membantu menurunkan risiko kanker dengan cara mengurangi peradangan, menyeimbangkan mikrobioma usus, serta melindungi lapisan usus besar.

Dan, dikutip dari Times of India, Minggu (8/2/2026), berikut 5 kebiasaan makan yang dianjurkan dan perlu dibatasi untuk membantu menurunkan risiko kanker usus besar dalam jangka panjang.

1. Hindari atau Batasi Konsumsi Alkohol

Alkohol dapat meningkatkan paparan usus terhadap asetaldehida, senyawa yang bersifat karsinogenik.

Selain itu, konsumsi alkohol juga meningkatkan stres oksidatif dan peradangan pada usus besar serta dapat mengganggu penyerapan nutrisi yang sebenarnya berfungsi melindungi lapisan usus.

Bahkan konsumsi alkohol yang sering dianggap 'sedang' tetap dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. Karena itu, semakin jarang mengonsumsi alkohol, semakin baik bagi kesehatan usus.

2. Batasi Daging Merah dan Daging Olahan

Daging merah dan terutama daging olahan memiliki kaitan kuat dengan peningkatan risiko kanker usus besar. Kandungan zat besi heme dalam daging merah dapat memicu pembentukan senyawa berbahaya di usus.

Sementara itu, daging olahan seperti sosis, nugget, ham, dan daging asap sering mengandung pengawet, nitrit, serta senyawa hasil proses pemanggangan atau pengasapan yang dapat merusak lapisan usus.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa semakin tinggi konsumsi daging merah dan olahan, semakin meningkat pula risiko kanker kolorektal.

Mengurangi frekuensi konsumsi dan menggantinya dengan sumber protein lain seperti ikan, ayam tanpa kulit, atau protein nabati merupakan langkah yang lebih aman.

Baca Juga: Studi Sebut Kanker Kolorektal Mengintai Generasi Milenial dan Gen Z, Ini Tips Terbaik untuk Mencegahnya

3. Perbanyak Asupan Serat

Serat adalah salah satu pelindung utama kesehatan usus. Serat membantu mempercepat pergerakan makanan di usus, sehingga mengurangi waktu paparan zat berbahaya pada dinding usus besar.

Selain itu, serat menjadi makanan bagi bakteri baik di usus yang menghasilkan zat pelindung seperti butirat, yang membantu menjaga kesehatan lapisan usus serta mengurangi peradangan.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi serat dari biji-bijian utuh, sayur, buah, dan kacang-kacangan berkaitan dengan penurunan risiko polip dan kanker kolorektal.

Karena itu, usahakan setiap kali makan selalu ada sumber serat di piring Anda.

4. Tingkatkan Konsumsi Makanan Kaya Kalsium

Kalsium tidak hanya penting untuk tulang, tetapi juga membantu melindungi usus besar. Mineral ini dapat mengikat asam empedu dan asam lemak di usus sehingga mengurangi efek iritasi pada lapisan usus.

Selain itu, kalsium juga berperan dalam mengatur pertumbuhan sel pada dinding usus, sehingga membantu menurunkan risiko pertumbuhan sel abnormal.

Sumber kalsium dapat diperoleh dari susu, keju, yogurt, tahu, tempe, sayuran hijau, atau makanan yang diperkaya kalsium.

Konsumsi yang cukup dikaitkan dengan risiko kanker usus besar yang lebih rendah, terutama pada bagian distal usus.

5. Konsumsi Yogurt secara Rutin

Yogurt mengandung bakteri baik atau kultur hidup yang membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus. Mikroba baik ini dapat menekan pertumbuhan bakteri berbahaya, mengurangi peradangan lokal, serta memperkuat lapisan pelindung usus.

Beberapa penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa konsumsi yogurt secara rutin berkaitan dengan sedikit penurunan risiko kanker kolorektal tertentu.

Pilihlah yogurt tanpa tambahan gula berlebih agar manfaat kesehatannya lebih optimal.

Nah Growthmates, perlindungan terhadap kanker usus besar tidak selalu membutuhkan perubahan drastis. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.

Selain itu, tetap penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama jika memiliki faktor risiko atau riwayat keluarga dengan kanker usus besar.

Catatan: Informasi dalam artikel ini bertujuan untuk edukasi dan bukan pengganti nasihat medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum melakukan perubahan besar pada pola makan atau konsumsi suplemen.

Baca Juga: Risiko Kanker Kolorektal di Kalangan Anak Muda, Ini Gejala Awal yang Harus Diwaspadai