3. Belajar dari Kesalahan dan Jadilah Lebih Baik
Buffett memandang kesalahan sebagai bagian dari proses belajar. Dalam surat terakhirnya kepada pemegang saham, ia menulis
“Jangan menyalahkan diri sendiri secara berlebihan atas kesalahan masa lalu, belajarlah sedikit saja darinya dan teruslah melangkah. Tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik,” tegas Buffett.
Nasihat tersebut menjadi penting mengingat Buffett sendiri pernah membuat kesalahan bernilai miliaran dolar. Namun, ia tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk terus terjebak dalam penyesalan.
Sebaliknya, kesalahan dapat menjadi kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri. Pandangan ini sejalan dengan ketangguhan dan pola pikir berkembang atau growth mindset.
Buffett juga menekankan pentingnya memilih sosok panutan yang tepat. Ia mengakui peran 'teman-teman luar biasa'yang membantunya belajar 'bagaimana bersikap lebih baik'.
Hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan seseorang juga dipengaruhi oleh orang-orang di sekitarnya.
4. Pilih Rekan Kerja dan Mentor dengan Bijak
Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang berpikir dan berkembang. Karena itu, Buffett menyarankan agar seseorang memilih orang-orang di sekitarnya dengan bijak.
Kepada seorang pemegang saham muda, ia pernah berkata, “Lebih baik bergaul dengan orang-orang yang lebih hebat dari Anda. Pilihlah rekan-rekan yang memiliki perilaku lebih baik daripada Anda, maka Anda pun akan perlahan mengikuti arah tersebut,” ungkapnya.
Nasihat tersebut tetap relevan bagi mereka yang ingin mengembangkan bisnis, karier, maupun kemampuan kepemimpinan.
Seseorang tidak hanya belajar dari nasihat orang lain, tetapi juga dari cara mereka bersikap, mengambil keputusan, menghadapi tekanan, dan memperlakukan orang lain.
Karena itu, pilih rekan kerja dan mentor yang memiliki kualitas yang ingin Anda kembangkan.
5. Lakukan Apa yang Anda Cintai
Buffett juga meyakini bahwa seseorang dapat memberikan kinerja terbaik ketika menikmati pekerjaan yang dijalani.
“Orang-orang yang paling sukses adalah mereka yang melakukan apa yang mereka cintai,” beber Buffett.
Banyak profesional bertahan dalam pekerjaan bergaji tinggi dan stabil meskipun sebenarnya tidak menyukainya. Dalam jangka panjang, ketidakpuasan tersebut dapat memengaruhi kepemimpinan, pengambilan keputusan, hingga kehidupan sehari-hari.
Bukan berarti setiap tugas harus menyenangkan. Namun, jika seseorang pada dasarnya tidak menyukai pekerjaannya, hal tersebut akan terlihat dan dapat berdampak lebih besar dari yang disadari.
Bagi Buffett, melakukan pekerjaan yang dicintai bukan sekadar mengejar passion, tetapi menemukan sesuatu yang memungkinkan seseorang memberikan kemampuan terbaik secara konsisten.
Baca Juga: 4 Prinsip Keuangan Warren Buffett yang Bisa Bantu Anda Jadi Lebih Kaya