Growthmates, saat membeli sayuran mungkin kamu lebih sering memperhatikan kandungan gizinya. Padahal, rasa, tekstur, dan tampilannya juga punya peran penting yang bikin makanan jadi lebih nikmat saat disantap.

Menukil dari laman Eating Well, untuk beberapa jenis sayuran, banyak ahli menyarankan memilih yang segar dibandingkan yang dikemas dalam kaleng. Alasannya, sayuran segar umumnya memiliki tekstur yang lebih renyah, warna yang lebih cerah, serta cita rasa yang lebih terjaga. 

Meski begitu, bukan berarti sayuran kalengan tidak baik dikonsumsi. Selain tetap mengandung nutrisi, sayuran kalengan juga praktis, tahan lama, dan bisa menjadi pilihan saat ingin menghemat waktu maupun stok bahan makanan di rumah.

Namun, untuk beberapa jenis sayuran yang kualitasnya sangat bergantung pada tekstur dan kesegaran, membeli dalam kondisi segar dinilai dapat memberikan hasil masakan yang lebih optimal. 

Baca Juga: Overnight Oats vs Oatmeal Hangat, Mana yang Lebih Sehat untuk Sarapan?

Berikut lima jenis sayuran yang sebaiknya tidak dibeli dalam bentuk kalengan seperti dikutip, Selasa (28/7/2026).

  1. Bayam

Bayam menjadi salah satu sayuran yang lebih disarankan untuk dibeli dalam kondisi segar. Selain lebih fleksibel diolah menjadi salad, sandwich, tumisan, sup, omelet, hingga smoothie, bayam segar juga memiliki tekstur yang lebih renyah. 

Sebaliknya, bayam kalengan sudah melalui proses pemasakan sehingga teksturnya cenderung lembek dan pilihan penggunaannya menjadi lebih terbatas.

Ahli gizi Theresa Link, RD, menjelaskan bahwa bayam merupakan sayuran yang sangat serbaguna untuk berbagai jenis masakan. Namun, “bayam kalengan cenderung lembek dan seringkali memiliki kandungan natrium yang jauh lebih tinggi,” jelas Link.

Jika tetap memilih bayam kalengan, sebaiknya periksa label kemasan dan pilih produk dengan kandungan garam rendah atau tanpa tambahan garam.

  1. Asparagus

Asparagus juga lebih disarankan dibeli dalam kondisi segar karena mampu mempertahankan tekstur dan cita rasanya dengan lebih baik. 

Saat dipanggang atau dibakar, bagian ujungnya akan terasa sedikit renyah, sementara batangnya tetap empuk dengan tekstur yang khas. Karakter ini sulit dipertahankan pada asparagus kalengan karena proses pengalengan membuat seluruh batang menjadi lebih lunak.

Menurut ahli gizi Carlyne Remedios, RD, asparagus segar memiliki tekstur yang lembut namun tetap kenyal, serta rasa gurih alami yang sulit ditemukan pada versi kalengan. 

Meski asparagus kalengan masih bisa digunakan untuk sup, asparagus segar menjadi pilihan yang lebih tepat jika ingin tekstur dan bentuknya tetap terjaga saat dimasak.

Baca Juga: Mana yang Lebih Baik, Sikat Gigi Sebelum atau Sesudah Sarapan? Ini Penjelasan Dokter Gigi

  1. Paprika

Paprika merupakan sumber vitamin C yang sangat baik , dan membelinya dalam keadaan segar membantu menjaga nutrisi dan kerenyahan khasnya.

Paprika segar juga mempertahankan tekstur renyah yang membuat paprika mentah menjadi pilihan menarik untuk camilan , salad, dan sandwich.

“Bahkan paparan panas yang singkat pun dapat melunakkan tekstur renyahnya, dan pengalengan semakin mengurangi kerenyahan dan rasa segarnya,” kata Remedios.

Meskipun paprika kalengan bisa praktis dalam beberapa masakan, paprika segar menawarkan tekstur renyah, warna cerah, dan keserbagunaan yang membuatnya unggul dalam begitu banyak resep.

  1. Brokoli

Brokoli segar menjadi pilihan yang lebih baik karena memiliki tekstur yang lebih nikmat dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan. 

Saat dipanggang, bagian kuntumnya bisa menjadi renyah dan sedikit kecokelatan, sementara batangnya tetap empuk dengan tekstur yang khas. Sebaliknya, proses pengalengan membuat brokoli menyerap lebih banyak cairan sehingga teksturnya menjadi lebih lembek.

Menurut Link, brokoli segar lebih fleksibel untuk diolah, mulai dari dipanggang, dikukus, dijadikan nasi brokoli, hingga dihaluskan menjadi sup. 

  1. Jamur

Jamur segar juga lebih direkomendasikan karena mampu menghasilkan cita rasa dan tekstur yang lebih maksimal saat dimasak. 

Ketika ditumis atau dipanggang dengan api besar, jamur segar akan mengeluarkan aroma gurih yang khas sekaligus membentuk permukaan yang kecokelatan dan kaya rasa.

Menurut ahli gizi Carlyne Remedios, RD, tekstur jamur segar yang padat membuatnya mampu menyerap bumbu dengan baik sekaligus menghasilkan sensasi karamelisasi saat dimasak. 

Sementara itu, jamur kalengan sudah melalui proses pemasakan dan disimpan dalam cairan, sehingga teksturnya cenderung lebih lembut saat dipanaskan.

Cara Mudah Menyimpan dan Mengolah Sayuran Segar

Membeli sayuran segar tidak selalu berarti harus buru-buru menghabiskannya sebelum layu. Dengan cara penyimpanan yang tepat, sayuran segar bisa tetap awet sekaligus mempertahankan kualitasnya.

Baca Juga: Ramah Diabetes, Ini 5 Menu Sarapan Sehat yang Aman dari Lonjakan Gula Darah

Gunakan sayuran yang paling cepat rusak lebih dulu, seperti bayam, asparagus, dan jamur. Sementara itu, brokoli dan paprika umumnya memiliki daya simpan lebih lama sehingga bisa diolah beberapa hari kemudian. 

Pastikan juga setiap sayuran disimpan dengan cara yang sesuai. Misalnya, simpan bayam bersama tisu dapur untuk menyerap kelembapan, jamur di dalam kantong kertas atau wadah aslinya, serta asparagus dalam posisi tegak di dalam wadah berisi sedikit air seperti bunga segar sebelum dimasukkan ke kulkas.

Jika sayuran mulai kehilangan kesegarannya, sesuaikan cara mengolahnya. Bayam yang mulai layu bisa ditambahkan ke dalam sup, telur, atau pasta, sedangkan brokoli, paprika, dan jamur cocok dipanggang atau ditumis. 

Apabila tidak sempat diolah, simpan di freezer agar masa simpannya lebih panjang. Brokoli dan asparagus sebaiknya direbus sebentar sebelum dibekukan, sementara paprika dapat langsung dipotong-potong dan jamur ditumis terlebih dahulu sebelum disimpan di freezer.

Semoga bermanfaat, ya!