Dengan membahas hal yang dikuasai, seseorang akan lebih mudah berbicara dengan mengalir dan mengurangi rasa gugup.
Setelah mulai nyaman berbicara sendiri, tahap berikutnya adalah mencoba berbicara di depan teman-teman terdekat. Tidak perlu langsung mengumpulkan banyak orang.
Menurut Willy, cukup mulai dari dua hingga tiga teman agar tekanan yang dirasakan tidak terlalu besar.
"Coba kumpulkan teman mungkin 2 sampai 3 orang aja. Jangan banyak-banyak dulu, sedikit dulu. Kita mulai dari kelompok kecil dulu," jelasnya.
Menurutnya, kelompok kecil dapat menjadi tempat yang aman untuk menerima masukan sekaligus membangun kepercayaan diri sebelum berbicara di forum yang lebih besar.
Jika sudah mulai percaya diri berbicara di depan teman, lanjut Willy, saatnya meningkatkan tantangan dengan bergabung dalam organisasi atau komunitas.
Di lingkungan ini, kata dia, seseorang akan memiliki kesempatan berbicara di depan delapan hingga belasan orang. Pengalaman tersebut akan membantu meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus mengurangi rasa takut berbicara di depan umum.
"Kalau teman sudah bisa ngobrol dengan lancar, sudah mulai ada rasa pedenya, baru yang ketiga adalah masuk ke dalam organisasi. Kelompok yang jauh lebih besar, mungkin sekitar 8 orang, 10 orang atau belasan orang. Izinkan diri kamu untuk mencoba perlahan demi perlahan," tutur Willy.
Willy pun menegaskan, proses belajar public speaking tidak perlu dilakukan secara instan. Yang terpenting adalah memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk berkembang sedikit demi sedikit.
"Dari cermin, lalu ke teman, lalu ke organisasi atau kelompok yang jauh lebih besar," pungkas Willy.
Baca Juga: Rekomendasi 8 Buku yang Wajib Dibaca untuk Mengasah Kemampuan Public Speaking