Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi global, tetapi juga berhasil melahirkan berbagai inovasi yang diakui dan diadopsi oleh banyak negara. Bahkan, sejumlah teknologi karya anak bangsa menjadi rujukan dunia karena mampu menjawab berbagai tantangan di bidang infrastruktur, layanan digital, hingga telekomunikasi.

Salah satu contoh terbaru adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Sistem pembayaran berbasis kode QR yang diperkenalkan Bank Indonesia pada 2019 itu kini telah menjadi tulang punggung transaksi digital di Tanah Air.

Hingga pertengahan 2026, QRIS telah digunakan oleh lebih dari 30 juta pedagang dan sekitar 45 juta pengguna aktif. Tak hanya digunakan di Indonesia, sistem pembayaran ini juga telah terhubung dengan sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan China melalui skema pembayaran lintas negara.

Baca Juga: Adopsi QRIS Melonjak, UMKM Masuki Era Digital yang Lebih Terintegrasi

Selain QRIS, masih ada sejumlah inovasi lain yang menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menghasilkan teknologi yang diakui dunia. Berikut tiga di antaranya hasil rangkuman Olenka pada Rabu (15/07/2026):

1. Sosrobahu, Teknologi Konstruksi Jalan Layang yang Dipakai Banyak Negara

Sosrobahu merupakan teknologi konstruksi yang ditemukan oleh Dr. Ir. Tjokorda Raka Sukawati. Inovasi ini memungkinkan pembangunan jalan layang dilakukan tanpa menutup atau mengganggu arus lalu lintas di bawahnya.

Metode tersebut dilakukan dengan mencetak lengan beton sejajar dengan jalan yang sudah ada. Setelah beton mengeras, struktur tersebut diputar hingga 90 derajat sehingga berada pada posisi yang dibutuhkan sebagai penyangga jalan layang.

Baca Juga: Lebih dari Festival Belanja, JETE Festive 2026 Bangun Ekosistem Teknologi dan Komunitas

Teknologi ini dinilai sangat efektif untuk pembangunan infrastruktur di kawasan perkotaan yang padat. Berkat keunggulannya, metode Sosrobahu telah digunakan di berbagai negara, termasuk Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura. Sejumlah insinyur dari Jepang dan Amerika Serikat juga pernah mempelajari teknologi tersebut secara langsung.

2. Gojek, Pelopor Konsep Super App

Indonesia juga menjadi salah satu pelopor konsep super app melalui Gojek yang didirikan oleh Nadiem Makarim bersama rekan-rekannya.

Berbeda dengan aplikasi konvensional yang hanya menawarkan satu layanan, super app mengintegrasikan berbagai kebutuhan pengguna dalam satu platform, mulai dari transportasi, layanan pesan-antar makanan, pengiriman barang, pembayaran digital, hingga berbagai layanan lainnya.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Hans Patuwo, Sosok di Balik Ekspansi Besar Gojek yang Kini Jadi Orang Nomor Satu di Goto

Model bisnis ini kemudian menginspirasi banyak perusahaan teknologi di berbagai negara. Konsep serupa kini diterapkan oleh sejumlah platform digital besar di Asia Tenggara, Amerika Serikat, hingga Eropa.

3. Penemuan Dr. Khoirul Anwar Jadi Fondasi Teknologi 4G

Kontribusi Indonesia juga hadir di sektor telekomunikasi melalui penemuan Dr. Khoirul Anwar. Ia mengembangkan konsep Fast Fourier Transform (FFT) untuk sistem komunikasi nirkabel yang mampu mengurangi gangguan sinyal pada frekuensi tinggi akibat hambatan fisik.

Inovasi tersebut kemudian dipatenkan dan menjadi salah satu teknologi penting yang mendukung pengembangan jaringan broadband 4G LTE. Hingga kini, konsep tersebut telah diadopsi secara luas oleh industri telekomunikasi global dan menjadi bagian dari standar teknologi komunikasi modern.

Keberhasilan berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi dunia, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan solusi yang dimanfaatkan secara luas di tingkat internasional.