Nama Warren Buffett identik dengan kesuksesan di dunia investasi. Namun, di balik statusnya sebagai salah satu orang terkaya di dunia, CEO Berkshire Hathaway ini justru dikenal karena gaya hidupnya yang sederhana dan komitmennya yang besar terhadap kegiatan filantropi.
Selama bertahun-tahun, Buffett telah menyumbangkan lebih dari setengah kekayaannya untuk amal dan berencana mendonasikan hampir seluruh sisa hartanya, baik semasa hidup maupun setelah meninggal dunia.
Meski memiliki kekayaan fantastis, pria yang dijuluki Oracle of Omaha itu mengaku tidak membutuhkan kemewahan untuk merasa bahagia.
"Kebutuhan saya sederhana. Apa yang membuat saya bahagia di usia 40 membuat saya bahagia di usia 90," tutur Buffett, dikutip The Economic Times, Senin (13/7/2026).
Di balik kesuksesan finansialnya, terdapat sejumlah prinsip hidup yang bisa menjadi inspirasi, bukan hanya bagi para miliarder, tetapi juga siapa saja yang ingin membangun kehidupan yang bermakna.
1. Memiliki Jiwa Bisnis Sejak Dini
Bakat bisnis Warren Buffett sudah terlihat sejak masih kecil. Jauh sebelum menjadi investor legendaris, ia telah mencari berbagai cara untuk menghasilkan keuntungan.
Saat masih duduk di bangku sekolah, Buffett membeli permen karet dan minuman bersoda dari toko milik kakeknya untuk kemudian dijual kembali di lingkungan tempat tinggalnya.
Pada usia 11 tahun, ia mulai membeli saham pertamanya sebagai langkah awal memasuki dunia investasi.
Semangat berbisnisnya terus berkembang. Ketika remaja, Buffett bersama seorang temannya membeli mesin pinball dan menempatkannya di sebuah toko tukang cukur. Keuntungan dari mesin tersebut dibagi dengan pemilik toko.
Berbekal hasil berbagai usaha itu, pada usia 15 tahun ia bahkan berhasil membeli lahan pertanian seluas 40 hektare di Nebraska, Amerika Serikat.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kesuksesan Buffett dibangun dari kebiasaan melihat peluang, bukan semata-mata karena modal besar.
Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Bikin Uang Cepat Habis Menurut Warren Buffett, Nomor 3 Paling Bahaya!
2. Berani Menentukan Jalan Hidup Sendiri
Warren Buffett dikenal sebagai sosok yang tidak mudah terpengaruh oleh opini publik. Ia menyebut filosofi hidupnya sebagai mengikuti inner scorecard atau 'kartu skor batin', yakni menjalani hidup berdasarkan nilai dan keyakinannya sendiri, bukan demi mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Prinsip tersebut juga tercermin dalam pandangan politik dan keyakinan pribadinya. Buffett mengaku sebagai seorang Demokrat, tetapi selama bertahun-tahun ia pernah memberikan suara maupun donasi kepada kandidat dari Partai Demokrat maupun Partai Republik.
Sementara dalam hal agama, ia secara terbuka menyebut dirinya sebagai seorang agnostik. Baginya, yang terpenting adalah tetap konsisten terhadap prinsip yang diyakini, tanpa harus mengikuti ekspektasi orang lain.
3. Mengutamakan Berbagi kepada Sesama
Salah satu warisan terbesar Warren Buffett bukan hanya kekayaannya, melainkan komitmennya terhadap filantropi.
Bersama Bill Gates dan Melinda French Gates, Buffett menggagas The Giving Pledge, sebuah inisiatif yang mengajak para miliarder untuk menyumbangkan sedikitnya separuh kekayaan mereka kepada kegiatan amal.
Namun, Buffett melangkah lebih jauh. Ia berjanji akan menyumbangkan lebih dari 99 persen kekayaannya untuk kegiatan filantropi, baik selama hidup maupun setelah wafat.
Sebagian besar dana amalnya disalurkan melalui lima yayasan yang dikelola pihak lain, terutama Bill & Melinda Gates Foundation.
Buffett juga pernah menjabat sebagai wali amanat yayasan tersebut hingga 2021. Setelah mengundurkan diri, ia mengatakan telah meninggalkan seluruh dewan perusahaan yang sebelumnya diikutinya karena merasa ‘partisipasi fisiknya sama sekali tidak dibutuhkan’.
Baca Juga: Ingin Sukses seperti Warren Buffett? Baca 6 Buku Rekomendasi Investor Legendaris Ini