Imunisasi campak merupakan salah satu langkah penting untuk melindungi anak dari penyakit menular yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Namun, perlindungan terhadap campak tidak cukup hanya dengan satu kali vaksinasi.
Tenaga kesehatan merekomendasikan pemberian vaksin campak secara bertahap sesuai jadwal imunisasi agar kekebalan tubuh anak terbentuk secara optimal. Berikut tiga alasan mengapa vaksin campak perlu diberikan lebih dari sekali.
1. Kekebalan Tidak Selalu Terbentuk dari Satu Dosis
Masih banyak orang tua yang mengira satu kali vaksin sudah cukup untuk melindungi anak dari campak. Padahal, tidak semua anak langsung membentuk kekebalan tubuh yang optimal setelah dosis pertama.
Baca Juga: Kasus Campak Melonjak di Indonesia, Dokter Bagikan Cara Lindungi Anak dari Penularan
Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia menegaskan bahwa pemberian vaksin lanjutan diperlukan untuk memperkuat respons imun.
“Satu dosis vaksin belum tentu memberikan kekebalan yang optimal pada semua anak, sehingga diperlukan dosis lanjutan atau booster untuk memperkuat respons imun tubuh,” jelasnya.
2. Booster Membantu Memperkuat Perlindungan
Setelah menerima vaksin MR (Measles-Rubella) pada usia 9 bulan, anak biasanya akan mendapatkan dosis penguat pada usia 18 bulan berupa vaksin MR atau MMR (Measles, Mumps, Rubella).
Booster ini berfungsi memperkuat kekebalan yang telah terbentuk dari vaksin pertama sehingga perlindungan terhadap virus campak menjadi lebih optimal.
3. Perlindungan Dijaga hingga Usia Sekolah
Vaksin campak juga diberikan kembali melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) saat anak duduk di kelas satu sekolah dasar.
Program ini memberikan booster tambahan untuk memastikan perlindungan terhadap campak tetap terjaga ketika anak mulai berinteraksi lebih luas di lingkungan sekolah.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan pentingnya mengikuti jadwal imunisasi secara lengkap.
“Imunisasi lengkap sesuai jadwal sangat penting untuk melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, termasuk campak,” tulis Kemenkes dalam panduan imunisasi anak.
Karena itu, orang tua diharapkan memastikan anak mendapatkan vaksin campak minimal tiga kali selama masa pertumbuhannya agar perlindungan terhadap penyakit ini tetap optimal.