Growthmates, membaca bukan sekadar hobi, tetapi jendela untuk memahami diri sendiri dan dunia dengan cara yang lebih luas. Banyak buku mampu menggugah kesadaran, memberi keberanian, bahkan mengubah arah hidup pembacanya.
Berikut adalah 12 buku yang dianggap mampu menginspirasi dan memberdayakan perempuan, menghadirkan kisah ketahanan, persaudaraan, pencarian jati diri, hingga perjuangan meraih pendidikan dan kebebasan.
Masing-masing menawarkan pelajaran hidup yang relevan bagi perempuan di berbagai tahap kehidupan.
1. The Handmaid’s Tale karya Margaret Atwood
Novel distopia ini menggambarkan masa depan di mana perempuan kehilangan hampir seluruh haknya dan dipaksa hidup di bawah rezim totaliter.
Kisah Offred, seorang perempuan yang dijadikan 'alat reproduksi', menunjukkan betapa rapuhnya kebebasan jika tidak dijaga.
Lewat cerita yang kuat dan mencekam, Atwood mengingatkan pentingnya memperjuangkan hak perempuan sekaligus menampilkan ketangguhan perempuan di tengah penindasan.
2. The Color Purple karya Alice Walker
Pemenang Pulitzer Prize ini mengisahkan perjalanan hidup Celie, perempuan Afrika-Amerika yang mengalami kekerasan, rasisme, dan penindasan di Amerika Selatan awal abad ke-20.
Namun, melalui persahabatan dan solidaritas perempuan lain di sekitarnya, Celie akhirnya menemukan suara serta harga dirinya. Novel ini mengangkat pentingnya persaudaraan perempuan sebagai sumber kekuatan.
3. Becoming karya Michelle Obama
Memoar mantan Ibu Negara Amerika Serikat ini menampilkan perjalanan Michelle Obama dari lingkungan sederhana di Chicago hingga mendampingi suaminya di Gedung Putih.
Dengan gaya bertutur yang jujur dan hangat, Michelle berbagi tantangan hidup, karier, serta perannya sebagai ibu dan figur publik.
Buku ini menjadi inspirasi tentang pentingnya tetap setia pada diri sendiri di tengah berbagai tekanan.
4. The Bell Jar karya Sylvia Plath
Novel semi-autobiografi ini menggambarkan pergulatan Esther Greenwood, perempuan muda yang terjebak antara harapan sosial dan keinginannya sendiri.
Plath dengan jujur menyoroti isu kesehatan mental, tekanan sosial terhadap perempuan, serta pencarian identitas. Buku ini menjadi pengingat pentingnya memahami dan merawat kesehatan mental.
5. Wild karya Cheryl Strayed
Dalam memoar ini, Cheryl Strayed menceritakan perjalanan mendaki Pacific Crest Trail sendirian setelah kehilangan ibunya dan mengalami kegagalan pernikahan.
Perjalanan panjang dan berat tersebut menjadi proses penyembuhan sekaligus pencarian jati diri. Buku ini menunjukkan bahwa keberanian menghadapi luka bisa membuka jalan menuju kehidupan baru.
6. Lean In karya Sheryl Sandberg
Sheryl Sandberg membahas berbagai hambatan yang sering dihadapi perempuan di dunia kerja, sekaligus menawarkan strategi untuk mengembangkan karier.
Melalui pengalaman pribadi dan data penelitian, ia mendorong perempuan untuk berani mengambil peluang, mencari mentor, dan aktif membangun jaringan profesional.
Baca Juga: 5 Buku yang Layak Dibaca untuk Pertumbuhan Pribadi yang Lebih Dalam di Tahun 2026