Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie mengatakan tingginya pengangguran di Indonesia tidak semata-mata dipengaruhi oleh terbatasnya ketersedian lapangan pekerjaan, namun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang tak mampu bersaing juga menjadi salah satu faktor yang membuat pengangguran di negara ini kian menumpuk.
Baca Juga: Wamen Stella Ungkap Alasan Pemerintahan Prabowo Bangun Sekolah Garuda
“Dan saya sangat khawatir terhadap angka pengangguran kita. Kalau kita bisa lihat, sebenarnya bukanlah notabene tidak tersedianya lapangan kerja. Tetapi yang paling bermasalah adalah lulusan atau SDM kita ini tidak mempunyai keahlian atau kemampuan yang diinginkan oleh para pemberi pekerjaan,” kata Stella dalam satu kesempatan dilansir Olenka.id Kamis (19/2/2026).
Stella mengatakan, para pemberi kerja punya kriteria tersendiri dalam merekrut pegawai. Dia menyebut data dari Survei Linked, para pemberi kerja cenderung mencari SDM yang mampu beradaptasi, mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan cepat diyakini bisa dengan cekatan menghadapi dan menuntaskan berbagai persoalan.
Survei itu juga dipertegas dengan pernyataan sejumlah petinggi Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga menetapkan standar yang sama dimana mereka mencari calon pegawai yang bisa beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan atau yang diharuskan di perusahaannya.
Intinya kata Stella, perusahaan pemberi kerja tidak mencari pegawai yang spesifik profesional di satu bidang, namun mereka hanya mau merekrut pegawai yang punya kemampuan beradaptasi yang baik.
“Tahun lalu kita ada konferensi sains teknologi Indonesia di mana saya ada forum dengan BUMN dan dengan direktur-direktur BUMN yang saya tanyakan hanya satu. Lulusan kuliah seperti apa yang Anda ingin pekerjakan di tempat BUMN? Tadinya saya pikir mereka akan bilang oh.. saya perlunya pro di ini, pro di itu. Tidak ada satupun yang jawab begitu dari direktur-direktur BUMN. Mereka bilangnya apa? Satu, kami butuh orang yang bisa dengan cepat beradaptasi terhadap perubahan atau yang diharuskan di perusahaannya,” ujarnya.
Ketidakmampuan beradaptasi yang membuat angka pengangguran semakin menumpuk kata Stella disebabkan oleh terbatasnya ruang belajar, dia mengatakan sistem pendidikan Indonesia sangat terbatas memberi ruang kepada para peserta didik melakukan riset. Padahal riset sendiri menjadi hal yang sangat penting dalam mendongkrak kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis dan cepat.
Lewat beragam riset yang dilakukan sejak kuliah, mahasiswa lanjut Stella bisa mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif sekarang ini. Untuk itu Stella mendorong supaya mahasiswa lebih aktif melakukan riset ketimbang kegiatan lain yang tak memberi dampak apapun terhadap kemampuan akademis mereka.
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Stella Christie: Ilmuwan Kognitif Indonesia yang Kini Menjabat Wamendiktisaintek
“Bagaimana waktu kuliah itu bisa mendapatkan critical thinking? Kemampuan untuk memanage, problem solving ability, ini yang paling penting. Itu semuanya datang dari pengalaman riset. Kalau anda adalah seorang yang mampu berpikir pertanyaan apa yang mau anda tanya, dengan keterbatasan-keterbatasan, metode apa yang bisa anda gunakan dan bisa mendapatkan jawaban, pasti kalian mampu, pasti kalian akan bisa dipekerjakan oleh para employers,” tandasnya.