Visa (NYSE:V) bersama PT MRT Jakarta hari meresmikan Stasiun MRT Blok A Visa (11/8), melanjutkan kemitraan strategis kedua pihak dalam memperluas akses pembayaran nirsentuh berbasis standar global di transportasi publik Jakarta. Peresmian ini hadir setelah peluncuran penerimaan kartu kredit Visa dan kartu berbasis EMV lainnya di jaringan MRT Jakarta.
PT MRT Jakarta mencatat sebanyak 4,5 juta pelanggan menggunakan layanannya sepanjang Juni 2026 dengan rata-rata 150.302 pelanggan per hari. Riset Visa Economic Empowerment Institute juga mencatat bahwa metode pembayaran nirsentuh secara global terbukti membantu warga kota besar menghindari antrean tiket yang selama ini kerap menjadi hambatan dalam perjalanan sehari-hari.
Baca Juga: Perdana di Tanah Air, UOB Indonesia Hadirkan Manfaat Visa Infinite Privilege
“Pembayaran open-loop atau pembayaran langsung dengan kartu berstandar global tanpa tiket atau kartu khusus, menjadi bagian penting dari mobilitas perkotaan modern karena membuat transportasi publik menjadi lebih mudah diakses, dan memberikan pengalaman yang lebih nyaman dalam menggunakan transportasi publik Studi Global Urban Mobility Visa menunjukkan bahwa tiga dari lima responden akan lebih sering menggunakan transportasi umum jika tersedia pengalaman pembayaran yang mudah dan terintegrasi di berbagai moda. Melalui peluncuran Stasiun MRT Blok A Visa, kami ingin menegaskan komitmen Visa untuk mendukung mobilitas harian masyarakat Jakarta melalui akses pembayaran nirsentuh berstandar global yang lebih praktis bagi warga, komuter, dan wisatawan mancanegara,” ujar Vira Widiyasari, Country Manager, Visa Indonesia.
“Kerja sama antara MRT Jakarta dan Visa ini menambah jumlah stasiun di fase 1 lin utara selatan yang telah dilengkapi dengan program hak penamaan, yaitu 11 stasiun. MRT Jakarta menjadi pionir dalam menerapkan pendekatan bisnis ini sebagai salah satu inovasi kemitraan antara sektor publik dan swasta, sekaligus menjadi transportasi publik pertama di Jakarta, bahkan di Indonesia, yang mengimplementasikannya,” ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat.
”Bagi MRT Jakarta, program Hak Penamaan Stasiun ini menunjukkan bahwa ruang publik dapat menjadi media kolaborasi dengan dunia usaha atau bisnis tanpa mengurangi fungsinya sebagai fasilitas publik. Kami berharap agar kolaborasi kali ini menjadi awal dari berbagai inovasi lainnya yang akan memperkuat ekosistem transportasi publik di Jakarta menjadi lebih modern, inklusif, dan berorientasi kepada pelanggan,” pungkasnya.
Peresmian Stasiun MRT Blok A Visa menjadi kelanjutan dari langkah sebelumnya, ketika Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluncurkan sistem pembayaran tiket nirsentuh menggunakan kartu kredit Visa dan kartu berbasis EMV lainnya di Stasiun Bundaran HI pada 29 Juli 2026. Kehadiran pilihan pembayaran ini melengkapi metode yang sudah tersedia di MRT Jakarta, sekaligus memberikan akses yang lebih familiar bagi pengguna kartu berstandar global, termasuk wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jakarta.
Dengan akses pembayaran nirsentuh yang aman, praktis, dan berstandar global, inisiatif ini sejalan dengan agenda transformasi pembayaran digital nasional sekaligus membantu menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih mudah bagi masyarakat. Dari sisi pariwisata, kemudahan pembayaran ini turut memperkuat daya tarik Jakarta dan Indonesia bagi wisatawan mancanegara.