Tren self-care di kalangan anak muda semakin berkembang. Mulai dari mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga di gym, hingga menggunakan produk perawatan kulit atau skincare, berbagai cara dilakukan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup.

Namun, merawat diri tidak hanya berkaitan dengan penampilan luar. Ada pula langkah perlindungan kesehatan jangka panjang yang penting untuk diperhatikan, salah satunya vaksinasi HPV (Human Papillomavirus).

Vaksinasi HPV merupakan salah satu upaya pencegahan infeksi HPV yang dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, termasuk kanker serviks. Oleh karena itu, vaksin ini dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang ingin mulai lebih peduli terhadap pencegahan penyakit sejak usia muda.

Mengenal Bahaya Infeksi Virus HPV

HPV merupakan kelompok virus yang sangat umum dan dapat menginfeksi kulit maupun selaput lendir. Sebagian besar infeksi HPV dapat hilang dengan sendirinya, tetapi infeksi yang menetap akibat tipe HPV berisiko tinggi dapat memicu perubahan sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker.

Mengutip informasi kesehatan Alodokter, infeksi HPV tipe risiko tinggi, terutama tipe 16 dan 18, berkaitan erat dengan kanker serviks. Meski demikian, risiko HPV tidak hanya terbatas pada perempuan.

Pada laki-laki maupun perempuan, tipe HPV tertentu dapat menyebabkan kutil kelamin. Sementara itu, infeksi HPV yang menetap juga dapat meningkatkan risiko kanker di sejumlah bagian tubuh, termasuk anus, penis, serta orofaring atau bagian tenggorokan tertentu.

Baca Juga: Penguatan Kolaborasi MSD dan Bio Farma dalam Rangka Transfer Teknologi Vaksin HPV

Penularan HPV terutama terjadi melalui kontak intim, termasuk kontak kulit di area genital. Seseorang dapat terinfeksi tanpa menunjukkan gejala sehingga tidak selalu menyadari bahwa dirinya membawa virus tersebut.

Kondisi ini membuat pencegahan menjadi penting. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mendapatkan vaksinasi HPV sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Vaksinasi HPV sebagai Bagian dari Self-Care Jangka Panjang

Selama ini, self-care kerap dikaitkan dengan aktivitas yang memberikan manfaat langsung, seperti berolahraga, melakukan perawatan kulit, atau menjaga pola makan. Padahal, upaya pencegahan penyakit juga merupakan bagian penting dari perawatan diri.

Vaksin HPV membantu melindungi tubuh dari tipe HPV tertentu yang dapat menyebabkan kanker dan penyakit lainnya. Vaksin ini memberikan perlindungan paling optimal apabila diberikan sebelum seseorang terpapar virus, sehingga vaksinasi sejak usia yang direkomendasikan menjadi langkah penting.

Baca Juga: Dokter Boyke Ingatkan Pentingnya Vaksin HPV untuk Pria dan Wanita demi Cegah Risiko Kanker

Meski begitu, orang yang sudah aktif secara seksual tetap dapat berkonsultasi mengenai manfaat vaksinasi. Pasalnya, paparan terhadap satu tipe HPV tidak selalu berarti seseorang telah terpapar seluruh tipe virus yang dicakup oleh vaksin.

Perlu dipahami pula bahwa vaksin HPV tidak mengobati infeksi HPV yang sudah ada. Vaksin ini berfungsi mencegah infeksi baru akibat tipe virus yang dicakupnya.

Bagi perempuan, vaksinasi juga tidak menggantikan pemeriksaan skrining kanker serviks. Pemeriksaan tersebut tetap diperlukan sesuai usia dan rekomendasi tenaga kesehatan, termasuk bagi mereka yang sudah mendapatkan vaksin HPV.

Pertimbangan Biaya dan Kemudahan Akses Vaksin HPV

Selain manfaat kesehatan, biaya sering menjadi salah satu pertimbangan anak muda ketika ingin mendapatkan vaksin HPV. Pengeluaran untuk vaksinasi perlu direncanakan karena biaya dapat berbeda-beda, bergantung pada fasilitas kesehatan, jenis vaksin, dan jumlah dosis yang dibutuhkan.

Karena itu, membandingkan biaya vaksinasi dengan anggaran perawatan diri lainnya dapat menjadi cara untuk mulai memprioritaskan kebutuhan kesehatan. Namun, keputusan vaksinasi sebaiknya tetap didasarkan pada manfaat medis, kebutuhan individu, dan kemampuan finansial, bukan semata-mata perbandingan dengan biaya perawatan estetika.

Akses terhadap vaksin HPV dapat ditanyakan melalui rumah sakit, klinik, puskesmas, atau fasilitas kesehatan lain yang menyediakan layanan imunisasi. Sebelum membuat janji, masyarakat dapat mencari informasi mengenai ketersediaan vaksin, biaya per dosis, jadwal pemberian, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan.

Baca Juga: Kemenkes Siapkan Skrining HPV DNA Gratis Mulai 2026, Perkuat Deteksi Dini Kanker Serviks

Sebagian fasilitas mungkin menyediakan paket layanan atau pilihan pembayaran tertentu. Namun, ketersediaan konsultasi gratis maupun cicilan tidak berlaku secara merata sehingga sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada penyedia layanan.

Dengan mencari informasi sejak awal, anak muda dapat merencanakan vaksinasi secara lebih matang tanpa mengabaikan kebutuhan kesehatan lainnya.

Langkah yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Infeksi HPV

Memulai perlindungan terhadap HPV dapat dilakukan dengan beberapa langkah. Pertama, periksa status imunisasi dan konsultasikan kebutuhan vaksinasi kepada dokter atau tenaga kesehatan. Mereka dapat membantu menentukan waktu pemberian dan jumlah dosis berdasarkan usia, riwayat vaksinasi, serta kondisi kesehatan.

Kedua, pahami bahwa vaksinasi merupakan bagian dari pencegahan, bukan satu-satunya perlindungan. Penggunaan kondom dapat membantu mengurangi risiko penularan HPV, meskipun tidak memberikan perlindungan penuh karena virus dapat menular melalui area kulit yang tidak tertutup kondom. Mengurangi jumlah pasangan seksual juga dapat menurunkan peluang paparan, tetapi tidak menghilangkan risiko sepenuhnya.

Ketiga, bagi perempuan yang memenuhi kriteria skrining, lakukan pemeriksaan kanker serviks sesuai rekomendasi tenaga kesehatan. Langkah ini tetap penting karena vaksin tidak mencakup seluruh tipe HPV yang berpotensi menyebabkan kanker.

Sejatinya, self-care bukan hanya tentang merawat penampilan, tetapi juga mengambil langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan di masa mendatang. So, tunggu apa lagi untuk segera vaksin HPV?