Penyanyi sekaligus aktor muda Iqbaal Ramadhan kembali menyapa pecinta layar lebar lewat film Operasi Pesta Copet yang dijadwalkan tayang pada 27 Agustus 2026. Dalam film ini, mantan personel CJR tersebut didapuk sebagai Ijal, pemuda tengil yang menjadi pemimpin geng copet amatir di kawasan pinggir rel kereta api.

Demi mendalami karakter tersebut, Iqbaal menjalani persiapan yang tak biasa. Bersama para pemain lainnya, ia mengikuti workshop bersama pesulap Bow Vernon untuk mempelajari teknik mencopet secara langsung agar setiap adegan terlihat realistis tanpa harus mengandalkan efek editing.

"Sejak awal kami tidak mau aksi mencopetnya hanya mengandalkan editing. Jadi kami benar-benar belajar mencopet bersama magician Bow Vernon. Bisa dibilang sekarang kami memang punya kemampuan itu," ujar Iqbaal Ramadhan seperti dikutip, Minggu (5/7/2026).

Baca Juga: Operasi Pesta Copet Rilis Trailer, Syuting Nekat di Tengah Festival Musik dengan Puluhan Ribu Penonton

Menariknya, dalam film ini Iqbaal tak hanya dipercaya sebagai pemeran utama, tetapi juga menjalani debutnya sebagai produser. Lewat trailer yang baru dirilis, ia tampil sebagai Ijal bersama tiga anggota geng copet amatir lainnya, yakni Adut (Kristo Immanuel), Tia (Zulfa Maharani), dan Melodi (Kawai Labiba).

Keempatnya beraksi di tengah keramaian festival musik terbesar di Indonesia, Pestapora. Dengan menyamar sebagai penikmat musik, mereka menjalankan satu misi, yakni menggasak sebanyak mungkin ponsel milik para penonton.

Tak hanya menyuguhkan adegan pencopetan yang menegangkan, Operasi Pesta Copet juga mengangkat kisah persahabatan sekaligus potret kerasnya realitas hidup. Film ini memperlihatkan bagaimana tekanan ekonomi dapat mendorong seseorang mengambil keputusan yang nekat.

Diproduksi Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator, Operasi Pesta Copet diproduseri oleh Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan. 

Film ini disebut sebagai proyek paling ambisius sekaligus beranggaran terbesar yang pernah digarap Imajinari. Pasalnya, sebagian besar proses syuting dilakukan langsung di tengah festival musik Pestapora yang dipadati puluhan ribu penonton.

Baca Juga: Eks Member Coboy Junior, Intip Jejak Karier Iqbaal Ramadhan di Dunia Musik dan Film

Produser Ernest Prakasa menegaskan bahwa Operasi Pesta Copet bukan sekadar mengangkat aksi kriminal sebagai hiburan. Menurutnya, film ini juga berusaha menggali motif para pelaku dan memotret sisi kemanusiaan di balik tindakan mereka.

"Ini adalah produksi film Imajinari yang paling nekat. Syuting dengan skala besar di dalam festival musik yang dihadiri ribuan penonton setiap harinya tentu membutuhkan persiapan yang sangat matang. Karena itu, ide yang sudah ada sejak 2023 baru bisa kami eksekusi di Pestapora 2025," ujar Ernest.

Senada dengan Ernest, sutradara Edy Khemod mengungkapkan bahwa proses syuting di tengah festival menghadirkan tantangan tersendiri. Sebagai sosok yang juga dikenal sebagai creative dan show director berbagai pertunjukan musik di Indonesia, ia harus memastikan setiap momen dapat ditangkap tanpa kesempatan untuk mengulang adegan.

Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karier Ernest Prakasa, dari Panggung Komika hingga Dunia Film Tanah Air

"Kami harus merespons setiap momen yang terjadi saat pengambilan gambar karena tidak ada adegan yang bisa diulang. Kami benar-benar harus menangkap momen secara tepat, tanpa ruang untuk melakukan kesalahan," kata Khemod.