Tokocrypto, platform perdagangan aset kripto terkemuka di Indonesia, mencatatkan pangsa pasar sebesar 64% di pasar tokenized stocks Indonesia pada Juli 2026, menurut data CoinMarketCap. Tokenized stocks adalah token digital yang dirancang untuk mengikuti pergerakan harga saham perusahaan publik.
Saat ini, Tokocrypto menghadirkan 15 token, termasuk Nvidia, Tesla, dan Microsoft. Selama periode 1-29 Juli 2026, volume perdagangan tokenized stocks di Tokocrypto tercatat lebih dari US$467 ribu (Rp8,36 miliar), tiga kali lipat dibandingkan platform sejenis pada periode yang sama. Capaian ini menegaskan fokus Tokocrypto dalam memperluas akses opsi investasi bagi pengguna di Indonesia, sekaligus mendukung akses ritel terhadap eksposur harga saham global melalui produk tokenized.
Baca Juga: Industri TPT Tumbuh 6,36 Persen, Investasi Semester I-2026 Meroket 11,85 Persen
"Tokenized stocks merupakan inovasi yang dapat memperluas akses masyarakat terhadap berbagai instrumen investasi global. Melalui infrastruktur berbasis blockchain, aset yang sebelumnya memiliki keterbatasan dari sisi akses, waktu perdagangan, maupun proses transaksi kini dapat diakses dalam bentuk yang lebih efisien dan mudah dijangkau," ujar CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Perluasan portofolio Tokocrypto ini terjadi di tengah meningkatnya minat terhadap tokenisasi ekuitas. Menurut CoinPedia, volume perdagangan tokenized stocks secara global melonjak menjadi US$54 miliar pada Juni 2026, naik dari US$34 miliar pada Mei 2026 dan hanya US$831 juta pada Juli 2025 — lonjakan signifikan dalam setahun terakhir.
Lonjakan ini mencerminkan pergeseran signifikan dalam perilaku investor, seiring trader yang sebelumnya hanya berfokus pada aset kripto kini mulai mencari eksposur ke pasar saham global. Salah satu faktor pendorong tren ini adalah ketersediaan perdagangan di luar jam operasional pasar saham konvensional, yang memberikan fleksibilitas lebih besar bagi investor ritel.
Perkembangan ini menandai transformasi yang lebih luas dalam aksesibilitas pasar: investasi internasional, yang dahulu menjadi ranah pemain institusional dengan modal besar dan persyaratan operasional yang kompleks, kini semakin mudah diakses. Bagi investor ritel Indonesia — yang secara historis menghadapi berbagai hambatan dalam berpartisipasi di pasar internasional — momentum ini menjadi peluang baru yang menarik untuk diversifikasi portofolio dan membangun kekayaan.
Calvin menambahkan, bagi Tokocrypto, kehadiran tokenized stocks bukan sekadar penambahan produk baru, melainkan bagian dari upaya yang lebih luas untuk membangunekosistem investasi digital yang semakin inklusif. "Kami melihat adanya potensi besar bagi produk ini untuk menjadi jembatan antara dunia keuangan tradisional dan ekonomi digital," ujarnya.
Pengguna dapat mulai bertransaksi tokenized stocks mulai dari Rp1.800 melalui fitur Convert, dan Rp20.000 melalui Spot, dengan mengikuti batas dan ketentuan produk yang berlaku. Dengan nilai transaksi minimum tersebut, pengguna — termasuk investor pemula — dapat mengakses aset tokenized stocks dengan modal awal yang lebih kecil.
Ke depan, Tokocrypto menyatakan akan terus memperluas jajaran aset tokenized stocks yang tersedia, sejalan dengan misi perusahaan untuk menghadirkan opsi investasi yang lebih inklusif bagi masyarakat Indonesia. Tokocrypto juga menekankan pentingnya edukasi pengguna, transparansi, perlindungan konsumen, serta keselarasan dengan regulasi yang berlaku.
"Pertumbuhan tokenized stocks juga perlu berjalan beriringan dengan edukasi, perlindungan konsumen, transparansi, serta kerangka regulasi yang kuat. Karena itu, Tokocrypto berkomitmen untuk mengembangkan produk ini secara bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pungkas Calvin.
Ketersediaan dan Hal-Hal yang Perlu Diketahui
Aset tokenisasi ini mengacu pada saham referensi yang dirancang untuk mengikuti pergerakan harga saham acuan tersebut. Produk ini tidak memberikan hak sebagai pemegang saham, seperti hak suara maupun dividen, serta tidak dapat ditukarkan menjadi saham acuan, kecuali dinyatakan secara eksplisit dalam ketentuan produk. Tokenized stocks memang dapat diperdagangkan di luar jam operasional pasar saham, tetapi harga dan likuiditasnya dapat bervariasi, terutama ketika pasar saham acuan sedang tutup.