Tim balap sepeda Indonesia disiplin Mountain Bike (MTB) berhasil menyumbangkan dua medali perunggu pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dua medali tersebut dipersembahkan oleh Feri Yudoyono dari nomor Men's Cross Country dan Sayu Bella Sukma Dewi dari nomor Women's Cross Country.

Pada nomor Men's Cross Country, Feri tampil kompetitif dan berhasil mengamankan posisi ketiga dengan catatan waktu 1 jam 25 menit 41 detik. Medali emas diraih pebalap sepeda China, Yuan Jinwei, dengan waktu 1:25:15, sementara medali perak menjadi milik pembalap Jepang Tatsuumi Soejima dengan catatan waktu 1:25:18.

Bagi Feri, pencapaian tersebut menjadi momen istimewa karena merupakan medali Asian Games pertama. Ia mengaku senang sekaligus tidak menyangka dapat meraih medali dalam persaingan MTB di level Asia tersebut.

"Perasaannya senang sekali bisa mendapatkan medali perunggu. Tadi awalnya bareng, cuma sempat jatuh. Mau mengejar sudah dekat ke finish, jadi tidak sempat untuk mengejar," ujar Feri dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Baca Juga: Atlet Wushu Indonesia Sumbang Perunggu di Asian Games 2026

Feri mengatakan persaingan balap sepeda MTB di Asia bukanlah hal yang mudah. Namun, ia menilai hasil yang diraihnya menjadi bukti bahwa kerja keras dan keberanian untuk terus berusaha dapat membuka peluang untuk meraih prestasi.

"Ini medali Asian Games pertama saya. Saya enggak menyangka memang kalau di Asia balap sepeda itu berat, di MTB itu berat. Tapi kalau kita mencoba pasti bisa. Enggak ada yang tidak mungkin, selagi kita masih berusaha," tandas Feri.

Sebelumnya, medali perunggu juga datang dari nomor Women's Cross Country. Sayu Bella Sukma Dewi berhasil menempati posisi ketiga setelah bersaing dengan para pebalap terbaik Asia. Ia harus mengakui keunggulan dua pembalap asal China. Wu Zhifan berhasil meraih medali emas, sedangkan Liang Zhenglan mengamankan medali perak. 

Dua medali perunggu dari nomor Cross Country putra dan putri menjadi hasil penting bagi tim balap sepeda MTB Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pencapaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan dan persiapan atlet Indonesia untuk menghadapi berbagai kompetisi internasional berikutnya.

Feri menegaskan bahwa perjuangan tidak berhenti setelah Asian Games. Ia bersama tim akan terus melakukan persiapan untuk menghadapi tantangan dan kompetisi yang akan datang.

"Kita tetap mempersiapkan ke depan, apa pun kompetisi yang kita hadapi," pungkas Feri.