Pernahkah kamu mengecek tekanan darah belakangan ini? Seseorang baru dinyatakan menderita hipertensi jika tensinya berada di atas angka 130/80 mmHg dalam dua kali pemeriksaan terpisah dengan jarak satu minggu.
Peningkatan tekanan darah, sekecil apa pun, memang selalu menjadi perhatian dokter karena berpotensi memicu komplikasi serius, salah satu yang paling ditakuti adalah serangan jantung.
Namun, kabar baiknya, dokter spesialis jantung tidak akan langsung menyuruh kamu minum obat penurun tensi selama belum ada tanda komplikasi. Langkah awal yang paling disarankan justru adalah mengubah pola hidup, khususnya lewat pengaturan pola makan.
Mengutip dari laman resmi RS Pondok Indah, Minggu (17/5/2026), berikut beberapa makanan yang baik dikonsumsi untuk penderita darah tinggi. Yuk, simak baik-baik, ya!
Pisang, Ubi, dan Kentang
Ketiganya adalah sumber kalium tinggi yang bertugas mempercepat pembuangan kelebihan garam di tubuh sekaligus melemaskan dinding pembuluh darah. Tipsnya, konsumsi kentang bersama kulitnya untuk mendapatkan nutrisi maksimal.
Camilan Sehat (Almond & Cokelat Hitam)
Siapa bilang penderita tensi tinggi tidak bisa ngemil? Kacang almond kaya akan arginine yang memicu produksi nitrogen oksida untuk menurunkan tensi. Sementara itu, cokelat hitam (minimal 70% kakao) mengandung flavonoid yang membantu pembuluh darah rileks.
Baca Juga: 4 Makanan yang Perlu dibatasi Bagi Penderita Hipertensi
Buah Beri, Kiwi, dan Jeruk
Buah-buahan segar ini kaya akan Vitamin C, antioksidan, dan antosianin yang sangat baik untuk melancarkan sirkuluasi darah serta menangkal radikal bebas yang bikin pembuluh darah kaku.
Bawang Putih
Bumbu dapur ini punya senyawa andalan bernama allicin yang terbukti ampuh menghambat senyawa kimia pemicu naiknya tekanan darah.
Ikan Salmon & Bayam
Kombinasi omega-3 dari salmon (atau sarden dan makarel) serta nitrit alami dari bayam adalah duo maut yang sangat efektif melebarkan pembuluh darah dan menjaga jantungmu tetap sehat.
Agar hasilnya optimal, biasakan untuk mengonsumsi 4–5 porsi buah dan sayur setiap hari, serta perhatikan cara pengolahannya agar nutrisi di dalamnya tidak hilang.
Mencegah tentu jauh lebih baik daripada mengobati. Dengan mulai memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh, kamu sudah mengambil langkah besar untuk melindungi kesehatan pembuluh darah dan jantungmu hingga masa tua nanti. Semoga bermanfaat, ya!