Calon Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) periode 2026–2031, Tatyana Sentani Sutara, menyiapkan sejumlah program kerja untuk memperkuat organisasi sekaligus mendorong pengembangan usaha anggota, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program yang disiapkan mencakup pembenahan basis data anggota, perluasan akses permodalan, hingga penguatan literasi keuangan dan digitalisasi. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung pelaku UMKM agar dapat mengembangkan usaha dan naik kelas, terutama bagi anggota yang berada di daerah.
Tatyana mengatakan, dirinya telah mempersiapkan program kerja untuk lima tahun ke depan yang akan dipaparkan kepada para pemegang hak suara. Persiapan tersebut menjadi bagian dari upayanya membawa IWAPI menjalankan program yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan anggota.
“Yang saya siapkan sudah pasti adalah memberikan paparan kepada para pemegang hak suara bahwa ke depan kita sudah mempunyai program kerja yang sudah dipersiapkan untuk IWAPI lima tahun ke depan,” ungkap Tatyana, saat ditemui di Jakarta, Sabtu (31/10/2026) malam.
Di tengah dinamika dan konflik yang terjadi di internal organisasi, Tatyana menilai, persoalan tersebut semestinya dapat dihindari apabila seluruh pihak memahami dan menjalankan aturan organisasi.

Menurut dia, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta ketentuan yang berlaku perlu menjadi pedoman bersama agar organisasi tetap berjalan sesuai koridor.
“Sebenarnya ini nggak perlu terjadi. Kalau kita mau lebih belajar mengenai AD/ART, aturan, kita kan negara hukum. Semua ada aturannya, semua ada undang-undangnya, semua ada AD/ART-nya,” kata Tatyana.
Wanita yang akrab disapa Tya ini mengingatkan, mengabaikan aturan justru dapat membawa kerugian bagi organisasi. Karena itu, ia berharap, semangat positif yang dimiliki mayoritas anggota dapat menjadi modal untuk menjaga kebersamaan dan memperbaiki kondisi IWAPI ke depan.
“Insya Allah, jadi semangat yang dibawa oleh teman-teman semua kan Alhamdulillah juga semangat yang positif. Bahwa dari satu kelompok ada satu-dua yang ternyata negatif, kita tinggalkan aja yang negatifnya, kita ambil yang positifnya,” tuturnya.
Dalam rencana program kerjanya, Tatyana menempatkan penguatan basis data anggota sebagai salah satu prioritas awal. Pembenahan data dinilai penting untuk membantu organisasi memetakan kebutuhan anggota sekaligus menyusun program yang lebih tepat sasaran.
Dikatakannya, IWAPI saat ini memiliki sekitar 40 ribu anggota di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 98 persen merupakan pelaku UMKM. Besarnya proporsi tersebut membuat pemberdayaan UMKM menjadi salah satu fokus utama program yang disiapkan Tatyana.
Baca Juga: Munas IWAPI 2026 Digelar 2 November, Tatyana Sentani Sutara Disebut Calon Tunggal
Selain pembenahan data, ia juga ingin membuka akses permodalan yang lebih baik bagi anggota maupun mitra binaan IWAPI. Menurutnya, dukungan modal masih menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan skala bisnisnya.
“Kita mau membuat suatu program di mana kita bisa pertama memperbaiki database kita. Terus yang kedua membuka akses permodalan kepada anggota maupun mitra binaan kita supaya mereka bisa mendapatkan akses ke permodalan yang lebih baik,” jelasnya.
Tatyana juga menyoroti pentingnya digitalisasi dalam mendukung pengembangan UMKM. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat membantu organisasi membuat program pemberdayaan yang lebih terukur sekaligus memperluas jangkauan layanan kepada anggota.
Ia menilai, penguatan kapasitas pelaku usaha perlu dilakukan melalui pelatihan digitalisasi dan peningkatan literasi keuangan, terutama bagi UMKM di daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses informasi maupun pemanfaatan teknologi.
“Termasuk mungkin akan ada pelatihan sendiri digitalisasi, karena banyak UMKM, apalagi di daerah, mungkin masih belum betul-betul memahami. Jadi literasi keuangan, literasi mengenai digital, dan juga sekaligus membuka aksesnya itu sendiri ke mereka,” imbuhnya.
Tatyana menambahkan, upaya mendorong UMKM naik kelas memang membutuhkan berbagai dukungan. Namun, akses terhadap modal tetap menjadi salah satu aspek yang tidak dapat diabaikan dalam proses pengembangan usaha.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Tatyana, Vivi Susanti, menegaskan, timnya berfokus pada persiapan program dan komunikasi dengan daerah-daerah, dengan tetap menghormati mekanisme serta kewenangan tim verifikasi.
Dikatakan Vivi, komunikasi dengan anggota di berbagai wilayah menjadi bagian penting untuk memastikan mereka memahami sosok Tatyana, arah kepemimpinannya, serta program yang ditawarkan.
Vivi juga bilang, tim pemenangan berupaya merespons pertanyaan dan kebutuhan informasi dari daerah, sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas).
Terakhir, Vivi pun menegaskan, status Tatyana sebagai calon tunggal tidak boleh membuat komitmen terhadap program dan kepentingan anggota menjadi terabaikan.
Tim pemenangan, lanjutnya, ingin memastikan program yang disiapkan bukan sekadar janji dalam proses pencalonan, melainkan dapat dijalankan apabila Tatyana terpilih memimpin IWAPI periode 2026–2031.
Baca Juga: Munas Perdana Srikandi Jaga Desa Soroti Peran Perempuan Bangun Ketahanan Sosial dan Ekonomi