Upaya mitigasi perubahan iklim terus dilakukan melalui aksi nyata berbagai perusahaan di Indonesia. Salah satunya adalah Cermati Fintech Group (CFG) yang menjalin kerja sama dengan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah 1 Jawa Barat dan Kertabumi. Mereka mengambil peran dalam menghadapi perubahan iklim dengan menanam 1.000 pohon keras di kawasan Hutan Kota Eduforest, Kabupaten Bekasi, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Bumi ini menjadi bagian dari inisiatif Zero Carbon perusahaan, yang berfokus pada kontribusi terhadap penyerapan emisi karbon serta penguatan fungsi ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan.

Baca Juga: Indonesia Memasuki Krisis Iklim

Dalam program tersebut, CFG melibatkan lima entitas usahanya, yakni Cermati, Cermati Protect, Cermati Invest, Indodana Finance, dan Indodana Fintech. Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi jati, mahoni, manggis, pucuk merah, dan sengon, yang dikenal memiliki kemampuan menyerap karbon sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.

CEO Cermati Fintech Group, Andhy Koesnandar, mengatakan bahwa dunia usaha memiliki peran penting dalam menjawab tantangan perubahan iklim yang kian mendesak.

“Perubahan iklim merupakan tantangan global yang membutuhkan aksi kolektif. Melalui program ini, kami ingin berkontribusi secara nyata, tidak hanya dalam mengurangi jejak karbon, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga: Rekomendasi Buku Tentang Perubahan Iklim, Bikin Makin Peduli Lingkungan!

Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci agar inisiatif lingkungan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang.

Selain melibatkan pemerintah dan organisasi lingkungan, kegiatan ini juga menggandeng masyarakat setempat, pegiat lingkungan, serta karyawan perusahaan. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim dari tingkat komunitas.

Hutan Kota Eduforest Setu dipilih sebagai lokasi karena perannya sebagai ruang terbuka hijau sekaligus sarana edukasi lingkungan. Keberadaan hutan kota dinilai penting dalam membantu menekan dampak perubahan iklim di kawasan perkotaan, seperti peningkatan suhu dan penurunan kualitas udara.

Melalui inisiatif ini, CFG berharap dapat mendorong lebih banyak aksi serupa dalam menghadapi perubahan iklim, sekaligus memperkuat peran sektor swasta dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.