Selama 2025, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) mencatatkan produksi tertinggi sepanjang sejarah (all time high), yakni sebesar 5.095,48 gigawatt hour (GWh); meningkat 5,55 persen dibandingkan tahun 2024. Pencapaian ini didorong oleh beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 secara komersial pada Juni 2025 yang menambah kapasitas terpasang PGE sebesar 55 megawatt (MW) menjadi 727 MW.
Tidak hanya dari sisi produksi, PGE juga terus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui berbagai inisiatif strategis. Perseroan memulai eksplorasi greenfield PLTP Gunung Tiga di Lampung dengan potensi kapasitas 55 MW, menjalin kerja sama dengan PLN IP dengan potensi tambahan kapasitas hingga 530 MW, dan mencetak prestasi dengan empat proyek PGE yang masuk dalam Blue Book Bappenas 2025–2029. PGE juga melakukan groundbreaking Pilot Project Green Hydrogen Ulubelu serta meluncurkan inovasi Flow2Max dengan berkolaborasi bersama Ecolab yang merupakan bagian dari strategi diversifikasi pendapatan melalui pendekatan Beyond Electricity.
Baca Juga: Kuartal I 2026: Laba RISE Melonjak Lebih dari 5 Kali Lipat
“Sebagai perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia, PGE terus mengakselerasi pertumbuhan melalui tiga strategi utama: optimalisasi aset eksisting, ekspansi bisnis, dan diversifikasi sumber pendapatan baru. Pencapaian kami di tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi menjadi world leading geothermal producer, mendukung agenda transisi energi bersih, sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional,” kata Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Selasa (21/4/2026)
Lebih lanjut dijelaskan, PGE mencatat pendapatan sebesar US$432,73 juta dan laba bersih sebesar US$137,67 juta. EBITDA meningkat 1,94 persen secara tahunan menjadi US$330,35 juta dengan margin 76,34 persen.
Untuk mengejar target kapasitas 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034, PGE kini tengah melakukan investasi strategis dengan fokus pada proyek-proyek quick win yang bertujuan meningkatkan kapasitas terpasang dan produksi panas bumi sekaligus memperkuat kinerja keuangan secara berkelanjutan.
Penguatan Struktur Kepemimpinan
PGE melakukan penguatan struktur kepemimpinan di bidang keuangan dengan secara resmi menunjuk Fransetya Hasudungan Hutabarat sebagai Direktur Keuangan menggantikan Yurizki Rio. Fransetya membawa pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang keuangan korporat lintas industri, mulai dari farmasi, properti, transportasi, hingga energi. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Director of Finance Sub-Holding Refining & Petrochemical di PT Kilang Pertamina Internasional.
Dengan begitu, berikut adalah susunan keanggotaan Direksi dan Dewan Komisaris PT Pertamina Geothermal Energy Tbk:
Komisaris
- Komisaris Utama : Gigih Udi Atmo
- Komisaris Independen : Abdul Musawir Yahya
- Komisaris Independen : Mohammad Firmansyah
- Komisaris : John Anis
- Komisaris : Abdulla Zayed
Direksi
- Direktur Utama : Ahmad Yani
- Direktur Keuangan : Fransetya Hasudungan Hutabarat
- Direktur Eksplorasi dan Pengembangan : Edwil Suzandi
- Direktur Operasi : Andi Joko Nugroho