Membangun Ketahanan Finansial di Tengah Ketidakpastian
Di tengah berbagai tantangan ekonomi, masyarakat Indonesia terus menunjukkan upaya untuk memperkuat kondisi keuangan mereka. Sebanyak 45% responden menyatakan mampu memenuhi kebutuhan hidup selama lebih dari enam bulan tanpa penghasilan, sementara tingkat kepercayaan dalam mencapai tujuan keuangan jangka panjang meningkat menjadi 68%.
Temuan ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang mulai mengambil langkah untuk membangun fondasi keuangan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Meski demikian, tekanan biaya hidup masih mendorong sebagian masyarakat untuk melakukan penyesuaian dalam pengelolaan keuangan sehari-hari. Sebanyak 23% responden mengaku menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan, sementara 26% lainnya mengurangi atau menunda sejumlah pengeluaran. Kondisi ini mencerminkan pentingnya keseimbangan antara memenuhi kebutuhan saat ini dan menjaga kesiapan finansial untuk masa depan.
Adapun dari sisi pelaku usaha, tren ini berdampak pada perubahan pola konsumsi yang menuntut penyesuaian strategi penjualan dan pengelolaan permintaan. Hal ini juga mendorong pelaku usaha, khususnya UMKM dan sektor ritel, untuk lebih adaptif dalam mengatur harga, promosi, serta arus kas agar tetap menjaga keberlanjutan bisnis di tengah pelemahan daya beli.
Perencanaan keuangan juga terbukti berperan penting dalam meningkatkan rasa percaya diri finansial. Studi menemukan bahwa masyarakat yang memiliki rencana keuangan jangka panjang lebih dari tiga kali lebih percaya diri dalam mencapai tujuan keuangan mereka dibandingkan mereka yang belum memiliki perencanaan yang jelas (86% berbanding 25%).
Temuan ini menegaskan bahwa langkah-langkah sederhana seperti menetapkan tujuan keuangan, membangun dana darurat, dan mengelola keuangan secara terencana dapat membantu memperkuat rasa aman finansial dalam jangka panjang.
"Bagi banyak masyarakat Indonesia, rasa aman finansial tidak hanya berkaitan dengan diri sendiri, tetapi juga dengan kemampuan untuk memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga dan orang-orang terdekat,” ujar Albertus Wiroyo, President Director Sun Life Indonesia sepeerti dikutip, Selasa (23/6/2026).
“Temuan studi ini menunjukkan bahwa meskipun berbagai tantangan ekonomi masih dirasakan, semakin banyak masyarakat yang mulai mengambil langkah positif untuk memperkuat fondasi keuangan mereka. Di tengah kondisi yang terus berubah, kehadiran mitra keuangan yang dapat dipercaya, menjadi semakin penting untuk membantu masyarakat membangun ketahanan finansial, menghadapi ketidakpastian dengan lebih tenang, dan mewujudkan tujuan keuangan jangka panjang mereka,” tambahnya.
Namun di tengah tekanan tersebut, studi ini menunjukkan pola yang jelas: mereka yang lebih siap secara finansial cenderung lebih mampu menghadapi situasi ketidakpastian dengan baik, dimana literasi keuangan menjadi faktor pembeda utama. Artinya, meskipun tekanan ekonomi memengaruhi rumah tangga di seluruh kelompok pendapatan, kemampuan untuk menghadapi tantangan tersebut semakin dipengaruhi oleh pengetahuan dan kesiapan finansial masing-masing individu.