PT Sun Life Financial Indonesia merayakan tahun ke-31 perjalanan di Indonesia pada 9 Mei 2026. Bersamaan dengan momentum hari jadi tersebut, Sun Life Indonesia mengumumkan capaian kinerja yang solid pada awal tahun 2026.
Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, mengungkapkan bahwa sepanjang kuartal I 2026 Sun Life Indonesia meraih kenaikan total premi bisnis baru hingga 41% yoy. Kinerja positif juga tercermin dari kenaikan laba bersih Sun Life Indonesia yang mencapai 236% yoy.
Merujuk laporan keuangan publikasi (unaudited) per Maret 2026, total premi Sun Life Indonesia tercatat sebesar Rp944,94 miliar dengan laba setelah pajak yang tumbuh 104,69% yoy menjadi Rp97,06 miliar. Albertus menegaskan, pencapaian tersebut didukung oleh distribusi yang kuat baik dari kemitraan perbankan dan kanal keagenan.
Baca Juga: Pengamat Celios Bicara Soal Level Psikologis Nilai Tukar Rupiah, Perlu Jadi Perhatian Serius
"Kinerja ini mencerminkan kepercayaan yang terus tumbuh dan menjadi tanggung jawab Sun Life Indonesia untuk terus menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini," ungkap Albertus dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Ia menambahkan, capaian kinerja Sun Life pada paruh pertama tahun 2026 juga mencerminkan bahwa perusahaan mencatatkan pertumbuhan yang sehat di tengah kondisi industri yang kian dinamis. Hal itu, lanjutnya, sejalan dengan komitmen Sun Life Indonesia untuk menjadi teman seperjalanan keluarga Indonesia dalam mencapai kemapanan finansial melalui berbagai produk proteksi yang ditawarkan Sun Life Indonesia.
"Lebih dari tiga dekade di Indonesia, Sun Life telah menjadi teman seperjalanan keluarga Indonesia dalam mencapai kemapanan finansial dan hidup yang lebih sehat," tegas Albertus.
Tak hanya kinerja yang solid, pada perayaan ulang tahun kali ini Sun Life juga meluncurkan produk baru yang diberi nama Salam Healthier Future Assurance (SHIFA) Signature. Produk tersebut dinilai menjadi solusi perlindungan kesehatan berbasis syariah yang dirancang untuk menjawab kebutuhan keluarga Indonesia akan perlindungan kesehatan yang lebih komphrensif, relevan, dan mudah diakses.
"Hal ini menegaskan kesiapan perusahaan untuk memasuki babak berikutnya dengan fondasi manajemen yang kuat, kapabilitas yang semakin unggul dalam perlindungan kesehatan, serta relevansi yang semakin tajam bagi kebutuhan masyarakat Indonesia," tambahnya lagi.