Belakangan, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kabar satu-persatu kenaikan harga kebutuhan hidup, salah satunya adalah kenaikan harga BBM Pertamax. Sejalan dengan kondisi tersebut, Studi Financial Resilience Index 2026 yang dirilis Sun Life Indonesia menunjukkan sebanyak 80% masyarakat merasakan tekanan dari meningkatnya biaya hidup yang memengaruhi kondisi keuangan dan pengeluaran bulanan mereka.

Survei yang dilakukan bersama Genpop pada April 2026 terhadap 1.000 responden dewasa di seluruh Indonesia itu juga menemukan bahwa 30% responden menilai kenaikan biaya hidup sebagai hambatan terbesar untuk memperbaiki kondisi keuangan mereka. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan faktor pendapatan yang tidak stabil maupun keterbatasan pengetahuan keuangan.

Baca Juga: Respons Tenang Menkeu Purbaya Soal Harga BBM Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter

Tekanan ekonomi tersebut mendorong masyarakat melakukan berbagai penyesuaian. Sebanyak 23% responden mengaku menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara 26% mengurangi atau menunda pengeluaran kebutuhan penting. Selain itu, 5% responden memilih menunda kontribusi dana pensiun.

President Director Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, mengatakan temuan tersebut mencerminkan upaya masyarakat dalam menyeimbangkan kebutuhan saat ini dengan tujuan keuangan jangka panjang.

“Di tengah perubahan kondisi ekonomi, kesiapan finansial menjadi kunci utama untuk membangun ketahanan finansial,” ujar Albertus dalam keterangannya, Kamis (11/06/2026). 

Baca Juga: Kenaikan BI Rate Belum Tentu Langsung Dongkrak Cicilan KPR, Kok Bisa?

Meski demikian, studi tersebut mencatat adanya perbaikan pada kelompok masyarakat yang memiliki ketahanan finansial kuat. Proporsinya meningkat dari 30% menjadi 34%, meski pemulihan dinilai belum merata karena kelompok dengan ketahanan rendah juga mengalami peningkatan.