PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menerapkan skema dynamic pricing dalam menentukan harga tiket kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh), skema ini memungkinkan perubahan tarif dalam waktu tertentu. Dimana tarif bisa naik atau turun sesuai trafik penumpang.
Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, lewat skema ini, tarif Whoosh cenderung turun ketika penumpang sedang melandai, sebaliknya tarif bakal naik sampai pada batasan tertentu ketika Whoosh sedang kebanjiran penumpang.
Baca Juga: Kehadiran Whoosh Ubah Pola Komuter Jakarta–Bandung
"Jadi di saat hari sibuk kita coba kasih tarif yang lebih tinggi, kemudian di saat hari weekdays atau hari biasa kita kasih yang lower," kata Slamet Riyadi dilansir Olenka.id Sabtu (28/2/2026).
Sejak pertama kali beroperasi pada Oktober 2023 silam, tiket Whoosh masih dibandrol dikisaran harga Rp150 ribu untuk satu kali perjalanan, harga itu naik secara bertahap dan kini sudah mencapai Rp300 ribu. Keputusan menaikan tarif itu bukan kebijakan asal-asalan, itu dilakukan selaras dengan bertambahnya penumpang Whoosh dan perbaikan layanan di berbagai lini.
"Dengan semakin baiknya pelayanan kami, karena kami terus meningkatkan performansi di semua tahapan pelayanan, baik di stasiun maupun di atas KAI, alhamdulillah sampai hari ini dari Rp150.000 sudah berkembang menjadi Rp300.000 per penumpang," bebernya.
Kenaikan harga itu tidak membuat penumpang Whoosh menjadi berkurang karena memilih moda transportasi lain dengan harga yang jauh lebih ekonomis, justru sebaliknya jumlah pelanggannya terus bertambah dari waktu ke waktu.
"Artinya ini adalah satu gambaran bagaimana Whoosh bisa diterima oleh masyarakat dan memiliki segmen yang memang berbeda dengan penumpang travel atau penumpang bus," ujarnya.
Menurut Slamet Riyadi skema dynamic pricing yang diterapkan pihaknya terbukti efektif, apabila kenaikan harga tiket dilakukan di awal Whoosh beroperasi, maka kemungkinan besar para penumpan bakal beralih ke moda transportasi lain dengan harga yang lebih terjangkau, jadi kenaikan harga tiket itu dilakukan secara pelan-pelan dan bertahap.
Baca Juga: Mengenal Kereta Kilat Pajajaran Besutan KDM yang Digadang-gadang Menjadi Saingan Whoosh
"Karena kalau anda mengerakkan tarif itu, anda akan ditinggalkan karena mereka kembali ke moda perjalanan, moda darat lainnya. Sekarang memang kalau kita lihat travel, kemudian bus, itu tarifnya hanya Rp60.000 sampai Rp120.000. Itu pun sudah point to point ya, mereka settle biasanya. Jadi pada saat itu kami mencoba mengerakkan yang namanya dynamic pricing," pungkasnya.