Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, perilaku konsumen Indonesia terus mengalami perubahan. Masyarakat kini semakin cermat dalam mengelola pengeluaran dan lebih selektif dalam menentukan produk yang dibeli.
Menjawab tren tersebut, Lazada Indonesia berupaya menghadirkan pengalaman belanja yang tidak hanya menawarkan harga terjangkau, tetapi juga nilai lebih bagi konsumen.
Commercial Director Lazada Indonesia, Erika Agustine, mengatakan bahwa saat ini pelanggan tidak lagi sekadar berburu promo atau diskon besar. Mereka semakin memahami pentingnya mendapatkan produk berkualitas dengan harga yang sepadan.
“Karena kondisi ekonomi sekarang memang agak sulit, kami melihat pelanggan juga semakin pintar dan semakin fasih dalam berbelanja. Karena itu, kami lebih menempatkan value for money sebagai fokus utama, bukan hanya sekadar promo. Kami ingin menghadirkan kualitas, brand yang terpercaya, affordability, serta seamless user journey bagi para pengguna,” tutur Erika dalam sesi LazTalks, di Jakarta, belum lama ini.
Menurut Erika, para penjual yang beroperasi di platform Lazada juga bergerak cepat dalam menyesuaikan strategi harga agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
Di sisi lain, Lazada terus berupaya membantu konsumen mempertahankan daya beli melalui berbagai solusi pembayaran yang lebih fleksibel.
“Fokus utama kami adalah memastikan konsumen tetap memiliki daya beli yang memadai. Kami berusaha menghadirkan opsi harga yang lebih terjangkau, salah satunya melalui program cicilan tanpa bunga yang kami luncurkan akhir tahun lalu,” jelasnya.
Baca Juga: Lazada Gelar 6.6 Super WOW Sale, Bidik Tren Konsumen yang Kian Selektif Berbelanja
Upaya tersebut terbukti mendapat respons positif dari konsumen. Lazada mencatat peningkatan transaksi, terutama pada kategori elektronik.
Erika mengungkapkan bahwa fasilitas cicilan menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan pembelian di kategori tersebut.
“Kami melihat lonjakan pembelian, khususnya untuk barang elektronik. Tren yang paling menonjol adalah penggunaan opsi cicilan tiga hingga enam bulan, yang mayoritas digunakan untuk pembelian smartphone dan tablet,” katanya.
Tak hanya berfokus pada harga, Lazada juga terus mengembangkan berbagai fitur yang memberikan pengalaman belanja yang lebih nyaman dan menyeluruh bagi konsumen.
Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi seperti LazzieChat, layanan instalasi untuk kategori tertentu, hingga berbagai fitur pendukung yang membantu konsumen mendapatkan produk yang sesuai kebutuhan mereka.
“Semua fitur yang kami hadirkan tidak hanya berfokus pada harga termurah, tetapi juga bagaimana memberikan end-to-end experience yang nyaman bagi pelanggan. Kami ingin membuka akses yang lebih luas terhadap produk-produk berkualitas dan brand terpercaya,” tutur Erika.
Melihat tren belanja yang terus tumbuh, Erika optimistis kinerja bisnis e-commerce akan terus meningkat hingga akhir tahun.
Menurutnya, setelah periode perlambatan yang umumnya terjadi pada Maret hingga Juni, aktivitas belanja biasanya kembali menguat menjelang kuartal akhir tahun.
“Saya pikir proyeksi bisnis akan terus meningkat. Biasanya di e-commerce ada periode yang lebih tenang pada Maret hingga Juni, lalu kembali meningkat menjelang November dan Desember. Jadi untuk sisa tahun ini, perkembangan di berbagai kategori masih akan terus bertumbuh,” pungkasnya.
Baca Juga: Lazada Indonesia Jadi Mitra eCommerce Tepercaya untuk Peluncuran Apple MacBook Neo