Saat menjalani program diet, banyak orang mulai mengurangi konsumsi minuman manis dan beralih ke pilihan yang dianggap lebih sehat. Di antara berbagai alternatif yang tersedia, sparkling water dan infused water menjadi dua minuman yang semakin populer.
Sekilas, keduanya sama-sama rendah kalori dan dapat membantu menjaga asupan cairan tubuh. Namun, keduanya memiliki karakteristik dan manfaat yang berbeda dalam mendukung pola hidup sehat maupun program penurunan berat badan.
Lantas, mana yang lebih cocok untuk membantu mencapai target berat badan ideal?
Infused Water, Pilihan Segar untuk Menjaga Hidrasi
Infused water dibuat dengan merendam potongan buah, sayuran, atau rempah-rempah ke dalam air putih. Lemon, mentimun, stroberi, jeruk, hingga daun mint menjadi bahan yang paling sering digunakan.
Meski kandungan vitamin dan antioksidan yang larut ke dalam air relatif kecil, infused water dapat membuat air putih terasa lebih segar dan menarik untuk dikonsumsi. Hal ini membantu sebagian orang meningkatkan asupan cairan harian.
Baca Juga: Perut Begah dan Susah Diet? Ini Cara Mudah Penuhi Serat Harianmu
Hidrasi yang cukup berperan penting selama menjalani diet karena membantu tubuh menjalankan berbagai fungsi fisiologis secara optimal. Selain itu, infused water juga dapat menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mengurangi kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula dan kalori.
Rasa alami dari buah-buahan yang digunakan sering kali membuat infused water terasa lebih nikmat tanpa perlu tambahan pemanis.
Sparkling Water Bisa Memberi Efek Kenyang Sementara
Berbeda dengan infused water, sparkling water mengandung karbonasi yang menghasilkan sensasi gelembung seperti minuman bersoda.
Karena tidak mengandung gula maupun kalori tambahan, sparkling water kerap dipilih sebagai pengganti minuman bersoda bagi mereka yang sedang menjalani diet.
Baca Juga: Lupakan Diet Ketat, Ini 5 Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar bagi Kesehatan
Beberapa penelitian menunjukkan karbonasi dapat memberikan sensasi kenyang sementara karena membuat lambung terasa lebih penuh. Namun, efek ini bersifat sementara dan tidak selalu dirasakan oleh setiap orang.
Di sisi lain, sebagian orang justru dapat mengalami perut kembung, begah, atau rasa tidak nyaman setelah mengonsumsi minuman berkarbonasi, terutama jika memiliki sistem pencernaan yang sensitif.
Hingga kini, bukti ilmiah mengenai kemampuan sparkling water dalam membantu penurunan berat badan secara langsung masih terbatas dan belum menunjukkan hasil yang konsisten.
Mana yang Lebih Baik untuk Diet?
Jika tujuan utamanya adalah menjaga hidrasi dan mendukung kebiasaan hidup sehat sehari-hari, infused water cenderung menjadi pilihan yang lebih aman dan nyaman untuk dikonsumsi secara rutin.
Sementara itu, sparkling water dapat menjadi alternatif yang baik bagi mereka yang sedang berusaha mengurangi konsumsi minuman bersoda tanpa harus kehilangan sensasi segar dari minuman berkarbonasi.
Tidak Ada Minuman Ajaib untuk Menurunkan Berat Badan
Baik infused water maupun sparkling water bukanlah minuman yang dapat membakar lemak atau menurunkan berat badan secara instan.
Keberhasilan diet tetap ditentukan oleh pola makan seimbang, aktivitas fisik yang teratur, kualitas tidur yang baik, serta kemampuan menjaga defisit kalori secara konsisten.
Baca Juga: Apa Itu Diet Mediterania? Kenali Manfaat dan Cara Penerapannya
Pada akhirnya, pilihan terbaik adalah minuman yang membantu Anda mempertahankan kebiasaan sehat dalam jangka panjang. Sebab, penurunan berat badan yang berkelanjutan tidak bergantung pada satu jenis minuman, melainkan pada pola hidup yang dijalankan setiap hari.